Gojek: Aksi di Semarang tak sesuai prinsip kemitraan

id gojek,demo semarang

Gojek: Aksi di Semarang tak sesuai prinsip kemitraan

Perwakilan PT. Gojek Indonesia, Vice President (VP) Corporate Affairs Michael Reza Say (tengah) dan VP Regional Strategy Gede Manggala (kanan) menemui massa mitra pengemudi yang berunjuk rasa di depan kantor pusat Gojek, Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019) siang. (ANTARA/Suwanti)

Semarang (ANTARA) - Vice President Corporate Affairs Gojek, Michael Say, menyatakan aksi yang dilakukan oleh beberapa oknum driver online dalam unjuk rasa di Kantor Gojek Semarang tidak sesuai dengan prinsip kemitraan aplikator transportasi online ini. 

Sikap yang dilakukan beberapa oknum tersebut telah melukai hubungan baik yang sudah dibangun selama bermitra, katanya melalui siaran pers yang diterima di Semarang, Kamis.

Selain itu, menurut Michael, selama ini Gojek selalu menanggapi aspirasi mitra driver yang masuk. 

Baca juga: Aksi damai mitra Gojek disusupi provokator

Masukan-masukan tersebut dinilai Michael dapat menjadikan Gojek sebagai layanan transportasi online yang lebih baik. 

Michael menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh beberapa oknum di depan Kantor Gojek Semarang di Jalan Siliwangi, Rabu (7/8). 

"Dalam aksi sebelumnya pun, secara intensif kami melakukan komunikasi. Demo tidak perlu dilakukan, apalagi hingga mengganggu ketertiban umum," katanya.

"Gojek selalu terbuka terhadap aspirasi mitra dan telah memiliki wadah resmi yang kami lakukan secara berkala dengan mitra sehingga tanpa aksi/demo pun seluruh aspirasi mitra dapat disampaikan dan dapat kami realisasikan," katanya menegaskan.***

Baca juga: Demi kesinambungan "income" mitra, aplikator bisa pangkas insentif
Baca juga: Gojek tanggapi pengemudi Go-Car pengunjuk rasa
Baca juga: Didemo, Gojek temui mitra pengemudi
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar