Ini alasan Patrice Evra tinggalkan MU

id Patrice Evra,Manchester United

Ini alasan Patrice Evra tinggalkan MU

Mantan pemain Manchester United Patrice Evra (Reuters)

Jakarta (ANTARA) - Patrice Evra membeberkan kepada Sky Sports bagaimana "ingkar janji" pihak lain menjadi faktor dia memutuskan meninggalkan Manchester United pada 2014.

Evra masih menjadi langganan tim inti MU pada musim pertama setelah Sir Alex Ferguson mundur, dan menjadi bek kiri pilihan utama timnas Prancis kendati usianya sudah 30-an.

Beberapa saat sebelum dia hengkang, United membeli bek Southampton Luke Shaw dengan bayaran mahal. Evra lalu berpikir sudah waktunya bagi dia untuk meninggalkan United. Saat itu dia hanya menyatakan ingin mencari tantangan baru ketika semua orang tahu Juventus meminatinya. Tapi, Evra sekarang membeberkan kepada Sky Sports bahwa dia merasa dikhianati oleh bos United Ed Woodward.

"Sebelum akhir musim itu Ed bilang kepada saya, 'Patrice, kamu akan tinggal sampai satu tahun lagi karena kami punya satu opsi dalam kontrakmu', tetapi saya bilang pada dia saya mesti pergi karena alasan keluarga. Dia menjabat tangan saya dan bilang dia paham."

"Kemudian pada Mei saya makan malam di Dubai pada hari ulang tahun saya dan dikirimi pesan teks oleh agen saya. Dia menyuruh saya pergi ke tempat sepi dan mengirimi saya sebuah pesan berupa pernyataan dari United yang mengatakan mereka mempersilakan pembaruan kontrak saya untuk satu tahun lagi. Saya marah, saya sungguh kecewa."

"Saya menelepon Ed dan bersumpah serapah di telepon, bahkan mengancam dia. Dia bilang saya tak boleh berkata seperti itu kepada direktur sepak bola dan dia menyatakan akan menjatuhkan denda kepada saya."

"Setelah itu Ryan Giggs menelepon dan menyatakan saya tak boleh pergi hanya karena satu orang, tetapi itu malah memberi saya alasan untuk pergi. Saya sudah bilang kepada istri saya kami akan pergi, tetapi di lubuk hati saya, saya benar-benar merasa tidak sanggup."

"Beberapa orang tak akan mau memahami tindakan Ed tetapi saya mau memahaminya. Dari semua pemain senior sayalah satu-satunya yang dia ingin pertahankan, bahkan David Moyes menyatakan itu sebelum dia dipecat."

"Mereka bilang kepada (Rio) Ferdinand dan (Nemanja) Vidic, kami tak membutuhkan kamu lagi, tapi di ruang ganti Anda butuh karakter. Saya memahami Ed, tapi saya tak bisa memahami mengapa dia mengkhianati saya. Mestinya dia memanggil saya untuk menjelaskan."

Evra juga berkata soal kemungkinan kembali ke United, sebagai pelatih suatu saat nanti. "Sir Alex Ferguson sebelum pensiun bilang pada saya 'dua dari pemain-pemain saya akan menjadi manajer besar', dia menyebut saya dan Ryan Giggs," tutup Evra dalam laman Sky Sports.

Baca juga: Patrice Evra umumkan pensiun dan akan lanjutkan karier sebagai pelatih
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar