Dehidrasi bisa picu gangguan jiwa jamaah haji, ini penjelasan psikiater

id Haji 2019,mch 2019,kkhi mekkah,tim psikiatri,Tim Psikiatri antisipasi jamaah gangguan jiwa,gangguan jiwa akibat dehidras

Dehidrasi bisa picu gangguan jiwa jamaah haji, ini penjelasan psikiater

Ruang rawat pasien gangguan jiwa di Kantor Kesejahatan Haji Indonesia di Mekkah (Hanni Sofia)

Mekkah (ANTARA) - Tim Psikiatri di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Mekkah mengantisipasi dua masalah gangguan kejiwaan yang kerap kali muncul akibat kurangnya asupan cairan atau dehidrasi.

Penanggung jawab Tim Psikiatri KKHI Makkah, Kapten Laut (K) Umbar Sarjono, Sp.Kj. di KKHI Mekkah, Sabtu waktu setempat, mengatakan dari hasil evaluasi tahun sebelumnya dua masalah kejiwaan yang kerap kali dialami oleh jamaah calon haji Indonesia adalah demensia dan delirium.

“Dua gangguan ini bisa diakibatkan karena berbagai hal di antaranya karena perubahan situasi yang sangat cepat dan kurangnya asupan cairan,” kata psikiater tersebut.

Delirium merupakan gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Gangguan mental tersebut disebabkan perubahan yang cepat dalam fungsi otak yang terjadi bersamaan dengan penyakit mental atau fisik.

Akibatnya, penderita delirium mengalami kesulitan dalam berpikir, mengingat, berkonsentrasi, atau tidur.


Baca juga: Hukum bagi jamaah perempuan shalat Jumat di Masjidil Haram

Sementara demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.

Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

“Mayoritas jamaah yang dirawat tahun lalu adalah lansia yang memang biasanya memiliki riwayat demensia,” katanya.

Tim dokter/pskiatri KKHI Daker Mekkah Dr Herlina Pohan SpKJ menambahkan dehidrasi dan perubahan lingkungan yang sangat cepat rentan membuat jemaah calon haji mengalami gangguan kejiwaan termasuk stres dan halusinasi.

“Kami sudah menyiapkan ruang perawatan dengan kapasitas 44 tempat tidur dan bisa ditambah dengan tempat tidur cadangan,” katanya.

Untuk Tim Psikiatri KKHI Mekkah sendiri didukung oleh 3 dokter spesialis kejiwaan dan sejumlah perawat jiwa dan tenaga pendukung.


Baca juga: Jumlah calhaj pengguna kursi roda di Embarkasi Surakarta meningkat 100 persen

Ruang rawat yang disediakan pun dirancang secara khusus dengan pelindung besi di pintu dan jendela untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dilakukan oleh jamaah.

Ruang rawat jiwa di KKHI Mekkah berada di lantai 5 yang sekaligus menjadi tempat tinggal bagi para personel tim psikiatri KKHI Mekkah agar bisa setiap saat memantau perkembangan kejiwaan pasien.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar