Sepi pengunjung, pedagang Pasar Jebres Solo enggan tempati kios

id Pasar Jebres,Solo

Sepi pengunjung, pedagang Pasar Jebres Solo enggan tempati kios

Bangunan Pasar Tradisional Jebres Solo yang megah terlihat masih sepi pengunjung karena banyak kios dan los yang kosong belum ditempati pedagang, di Pasar Jebres Solo, Jumat. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Puluhan pedagang Pasar Jebres di Kelurahan Purwodiningratan, Jebres, Kota Surakarta banyak yang mengeluh karena sepinya pengunjung, sehingga masih banyak kios dan los yang kosong belum ditempati.

Berdasarkan pantauan di Pasar Jebres Solo, Jumat, menyebutkan, bangunan pasar yang dibangun dua lantai dengan anggaran senilai Rp18,5 miliar tersebut terlihat banyak kios dan los yang belum ditempati para pedagang.

Padahal, bangunan Pasar Jebres Solo tersebut baru saja diresmikan revitalisasinya oleh Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo pada 11 April 2019. Namun, para pedagang masih enggan menempati karena sepinya pengunjung.

Suyati (57) salah satu pedagang kuliner di lantai atas Pasar Jebres mengatakan ada 10 kios dan 20 los zona khusus kuliner di lantai atas Pasar Jebres. Namun, kios yang ditempati pedagang baru empat unit, sedangkan los baru tujuh pedagang yang sudah menempati.

Menurut dia, kios zona kuliner yang menempati di lantai atas Pasar Jebres masih sepi, karena pembeli masih enggan untuk naik ke atas membeli hanya makan.

Menurut Suyati, merevitalisasi pasar tradisional tidak perlu membuat lantai atas. Pedagang cukup dijadikan satu di lantai bawah semua. Bahkan, lokasi parkir kendaraan, Musala, dan kantor lurah pasar juga dibangun di lantai atas.

"Saya keluhkan zona kuliner di lantai atas yang masih sepi pembeli," katanya.

Hastuti (39) salah satu pedagang kebutuhan pokok Pasar Jebres mengatakan dirinya menempati kios berukuran 3 kali 3 meter di lantai dasar, tetapi sepinya pembeli, sehingga sering tutup kiosnya.

"Sepinya pengunjung menjadi penyebab utama, sehingga sejumlah pedagang enggan menempati kios dan los," kata Hastuti.

Menurut dia, Pasar Jebres sebelum dilakukan revitalisasi baik pedagang los, kios, maupun oprokan menjadi satu berjualan di lantai dasar. Namun, pasar setelah direvitalisasi justru sepi pengunjung.

Lurah Pasar Jebres, Eka Budi Santoso mengatakan ada ratusan pedagang yang belum menempati kios dan los di Pasar Jebres. Hal ini, karena masih ada pedagang yang belum siap berjualan di lokasi baru.

Eka Budi mengatakan para pedagang sudah diberitahu saat diresmikan pasar agar segera menempati kios dan los baru. Namun, pedagang hingga sekarang masih belum mau berjualan.

Dia mengatakan jumlah pedagang di Pasar Jebres ada sebanyak 661 pedagang, termasuk tambahan sebanyak 191 pedagang pelataran dan pedagang kaki lima (PKL).

Pihaknya memberikan batas terakhir bagi para pedagang yang belum berjualan agar segera berjualan pada tanggal 11 Mei mendatang. Pedagang yang nekat tidak mulia berjualan akan diberikan surat peringatan. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar