Gubernur Jateng mencoblos bersama keluarga

id ganjar nyoblos,pemilu 2019, gubernur jateng

Gubernur Jateng mencoblos bersama keluarga

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama keluarga menunjukkan salah satu jari bertinta usai mencoblos di TPS 1, Kelurahan Gajahmungkur, Semarang. (Foto: Wisnu Adhi)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan suaranya di TPS 1, Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu, bersama istrinya Siti Atikoh dan anak semata wayang Muhammad Zinedine Alam Ganjar.

Ganjar bersama keluarga tiba di lokasi pemungutan yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah dinas Gubernur Jateng pada pukul 07.20 WIB dengan mengayuh sepeda bersama komunitas gowes.

Setibanya di TPS, Ganjar yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang jins langsung dikerumuni warga yang sudah ramai di lokasi untuk sekadar bersalaman dan foto bersama.

Saat di TPS, orang nomor satu di Jateng itu mengikuti prosedur pemungutan suara yang telah ditentukan, bahkan ikut duduk mengantre sebelum menggunakan hak politiknya.

Setelah beberapa menit mengantre, nama Ganjar dipanggil petugas KPPS dan dipersilakan mencoblos surat suara Pemilu 2019.

Sebelum mencoblos, mantan anggota DPR RI itu sempat menunjukkan surat suara kepada awak media dan tidak lebih dari dua menit, Ganjar telah selesai melaksanakan salah satu kewajibannya sebagai warga negara.

Ganjar terdengar mengucapkan doa sebelum memasukkan satu persatu surat suara yang telah dicoblos dan mengakhiri proses pemungutan suara dengan mencelupkan salah satu jarinya ke tinta yang telah disediakan.

Kepada awak media yang mewawancarai setelah mencoblos, Ganjar mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum menyalurkan hak politiknya.

"Ini malah belum sarapan, persiapannya ya mandi, kemudian shalat sunah sebelum berangkat untuk berdoa agar Jawa Tengah aman," katanya.

Ganjar berharap partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun ini meningkat dan Pemilu 2019 berjalan aman, lancar, serta damai.

"Menang kalah biasa, kita sudah terbiasa, jangan sampai terjadi hiruk pikuk mengerikan, menyeramkan atau menakutkan. Ini proses lima tahunan, pasca lreformasi kita sudah berkali-kali pemilu. Mari kita dewasa bareng-bareng, demokrasi jadi satu pilihan, mari kita laksanakan dengan damai," ujarnya.(LHP)
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar