Curah hujan tinggi, pengendara diminta waspadai jalur rawan longsor

id longsor

Curah hujan tinggi, pengendara diminta waspadai jalur rawan longsor

Spanduk peringatan di jalur rawan longsor (Foto: BPBD Banjarnegara)

Purwokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengingatkan para pengendara untuk mewaspadai jalur rawan longsor menyusul masih tingginya curah hujan di wilayah setempat.

"Waspadai jalur rawan longsor sebagai salah satu upaya pengurangan risiko bencana," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Selasa.

Dia menyebutkan jalur rawan longsor antara lain berada di wilayah Banjarmangu, Punggelan, Pandanarum, Kalibening, Wanayasa,Karangkobar, Pagentan, Pejawaran, Batur, dan Madukara.

Dia mengatakan pihaknya terus bersinergi dengan pihak kepolisian dan dinas terkait untuk menyosialisasikan kepada masyarakat.

"Kami juga telah memasang rambu dan spanduk peringatan di titik-titik jalur yang rawan longsor agar pengendara yang melintas dapat meningkatkan kewaspadaannya," katanya.

Dia mencontohkan, pada Minggu (17/3) yang lalu terjadi longsor di Jalan Raya Wanayasa - Dieng yang merupakan jalur provinsi.

"Lokasinya berada di tanjakan Sikelir, Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara dengan waktu kejadian pada malam hari," katanya.

Kendati demikian, kata dia, peristiwa tersebut sudah bisa diatasi dan pembersihan jalan dari material longsoran sudah langsung dilakukan.

"Kami bersama tim gabungan juga sudah melakukan normalisasi drainase Jalan Sikelir Wanayasa – Banjarnegara," katanya.

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan retakan tanah yang terdapat di tebing atas Jalan Sikelir.

"Terdapat retakan tanah dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar retakan sekitar dua meter dengan kedalaman retakan tiga hingga empat meter," katanya.

Pada saat ini, kata dia, jalur tersebut sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan roda dua ataupun roda empat.
 

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar