Logo Header Antaranews Jateng

Baru 98 SMP/MTs di Temanggung ikuti UNBK

Selasa, 5 Maret 2019 08:34 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah pelajar SMA Negeri 2 Kudus mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT) di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (11/12/2018). Kegiatan simulasi yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu sebagai persiapan sekolah dan siswa dalam menghadapi UNBK SMA yang dijadwalkan digelar pada April 2019. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/tom).

Temanggung (ANTARA) - Sebanyak 98 SMP/MTs dari 111 SMP/MTs di Kabupaten Temanggung bakal mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun ajaran 2018/2019.

Kabid Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Fadloli di Temanggung, Selasa, mengatakan belum semua SMP/MTs dapat menyelenggarakan UNBK tahun ini karena keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki sekolah.

Ia mengatakan pelaksanaan ujian nasional untuk SMP dan MTs di Kabupaten Temanggung masih terbagi menjadi tiga kategori, UNBK mandiri dan resort sharing serta UNKP (Ujian Nasional Kertal Pensil). "Resort sharing" adalah sekolah yang mengikuti UNBK tapi masih harus menumpang di sekolah lain

Ia menuturkan beberapa sekolah belum dapat menyelenggarakan UNBK meskipun jumlahnya tidak begitu banyak. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan sarana prasarana di sekolah, terutama yang belum memiliki perangkat komputer yang cukup.

Kasi Kurikulum PSMP Dindikpora Kabupaten Temanggung Yuli Karsono menyebutkan jumlah sekolah menengah pertama yang dapat mengikuti UNBK tahun ini sebanyak 98 satuan pendidikan, terdiri atas 76 SMP dan 22 MTs.

Ia mengatakan dari sejumal sekolah yang mengikuti UNBK tersebut, katanya 33 SMP dan 10 MTs belum dapat menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Artinya, mereka masih harus menumpang di sekolah lain lantaran belum memiliki perangkat komputer dan fasilitas pendukung yang memadai.

Menurut dia, waktu atau jadwal pelaksanaan ujian masih dibagi menjadi tiga sift setiap harinya, yakni pagi, siang, dan sore.

Ia mengatakan untuk memastikan UNBK berjalan lancar, pihaknya telah melakukan uji coba atau simulasi sebanyak dua kali, dari tiga kali jadwal yang diagendakan.

Ia menyampaikan simulasi ketiga nanti akan diadakan pada bulan Maret ini. Simulasi dilakukan beberapa kali untuk menguji kemampuan server.

Selain itu, katanya juga bermanfaat bagi siswa untuk melatih mental mereka menghadapi UNBK.

Ia menyebutkan UNBK akan diikuti oleh 7.213 siswa SMP dan 2.411 siswa MTs. Sedangkan UNKP diikuti oleh 864 siswa di 13 SMP.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026