Logo Header Antaranews Jateng

Kiat hemat dengan bertanam cabai di teras rumah

Senin, 31 Desember 2018 17:06 WIB
Image Print
Tanaman cabai di teras rumah (Foto: Achmad Zaenal M)

Semarang (Antaranews Jateng) - Rasa gusar bisa membuat seseorang bertindak kreatif. Gara-gara sering jengkel karena harga cabai "setan" naik tiba-tiba, Sri Sugiarti bereksperimen menanam cabai di teras rumah mungilnya.

Bagi Sri dan keluarganya, cabai nyaris menjadi kebutuhan pokok karena hampir setiap hari tiada makanan tanpa kehadiran cabai, baik diceplus bersama kudapan asin gurih maupun untuk sambal.

Sekitar 4 bulan lalu ibu rumah tangga berusia 53 tahun itu memulai menyemai bibit cabai yang diproduksi sendiri. Cukup mengeringkan beberapa cabai berkualitas baik, kemudian memisahkan biji dari kulitnya.

Sri kemudian menaruh benih cabai di pot kecil yang sebelumnya diisi tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 3:1. Setelah sepekan dan muncul daun-daun kecil, benih cabai dipindah ke pot berdiameter 30 sentimeter.

Setelah dirawat dengan menyiram rutin setiap hari, cabai tumbuh cepat. Sekitar 2,5 bulan cabai "setan" mulai berbuah. Bukan hanya belasan, melainkan puluhan cabai warna merah dan hijau itu siap panen.

Sejak itu, ia tidak gentar ketika masalah cabai "setan" yang harganya kadang naik tiba-tiba seperti kena sambaran setan.

Sri membagi resep agar pohon cabai bisa berbuah lebat. Selain menggunakan pupuk kandang, ia sering menyiramkan sisa kuah kaldu ke media tanam. Kata dia, daripada sisa kuah sup ayam atau daging dibuang, lebih baik disiramkan ke media tanam.

"Seperti manusia, kalau tanaman diberi protein tinggi, hasilnya pasti lebih baik. Saya sudah membuktikannya," katanya.

Cabai yang ditanam 4 bulan lalu hingga sekarang ini tidak pernah absen berbuah. Setiap hari selalu siap panen untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Dan, sejak itulah ia tidak pernah belanja cabai "setan" yang berasa superpedas itu. "Lumayan bisa sedikit menghemat uang belanja," katanya.

Lebih dari itu, keluarganya bisa mengonsumsi cabai organik tanpa setetes pun cipratan pestisida. "Jadi, lebih sehat," katanya. ***



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026