Logo Header Antaranews Jateng

Boyolali bangun menara jagung kenang HPS

Kamis, 13 Desember 2018 18:31 WIB
Image Print
Sejumlah perajin tembaga Tumang merakit Menara Jagung di pertigaan Jalan Soedirman, kompleks perkantoran Pemkab Boyolali, Kamis. (13/12). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)
Bedanya material diganti dari tembaga biar tahan lama, dari sisi elegan lebih mewah

Boyolali (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Boyolali kembali membangun ikon baru, berupa Menara Jagung, untuk mengenang peranannya sebagai tuan rumah peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36, di pertigaan Jalan Soedirman, kompleks perkantoran pemkab setempat.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pemkab Boyolali, Parwoto, di Boyolali, Kamis, mengatakan Menara Jagung dari bahan tembaga teresbut untuk mengenang Boyolali sebagai tuan rumah peringatan HPS ke-36 pada Oktober 2016.

Ia mengatakan menara berbentuk jagung awalnya asli menggunakan bahan jagung, dan ketika itu memecahkan rekor Muri karena ukuran yang cukup besar di pertigaan Jalan Soedirman di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali.

Namun, kata Parwoto, Menara Jagung tersebut sekarang diganti yang berbahan dasar tembaga agar lebih tahan lama.

Menara Jagung menjadi ikon Boyolali untuk diabadikan, sedangkan pada tahun ini pembangunannya hampir selesai dengan mengandeng perajin dari Tumang, Cepogo, CV Zigma selaku penyedia proyek. Hal ini sebagai upaya untuk lebih mengenalkan kerajinan tembaga asli Desa Tumang, Kecamatan Cepogo.

Agus Susilo, selaku perajin tembaga Tumang, CV. Zigma, mengatakan pihaknya dipercaya mengerjakan pembuatan Menara Jagung sebagai ikon Boyolali. Penggunaan bahan baku menara yang dari tembaga, tanpa mengubah ketinggian menara sebelumnya.

"Bedanya material diganti dari tembaga biar tahan lama, dari sisi elegan lebih mewah, dan juga memamerkan produk unggulan dari Boyolali, khususnya Tumang karena Tumang sebagai tempat kerajinan dan penghasil tembaga yang sudah terkenal," katanya.

Dia mengatakan proses pengerjaan di "showroom" Kerajinan Tembaga Tumang membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan, sedangkan saat ini tinggal tahap perakitan dan pemasangan di lokasi.

"Bahan kulit luarnya jagung dan daun dari bahan baku tembaga semua. Untuk rangka dari pipa besi. Kami yakin tanggal 15 Desember tahun ini, sudah selesai," katanya.

Pihaknya dalam pengerjaan ikon Menara Jagung itu, mengerahkan sekitar 20 tenaga kerja yang terbagi di dalam rangka, yakni tiga segmen dan bagian jagung ada enam segmen.

Dia mengharapkan pengerjaan monumen seberat sekitar tiga ton itu, selesai tepat waktu.



Pewarta :
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026