Mahasiswa UNS ciptakan baterai lithium dari limbah

id Uns, baterai lithium

Mahasiswa UNS ciptakan baterai lithium dari limbah

Baterai lithium dari limbah pabrik semen yang berhasil diciptakan oleh mahasiswa UNS (Foto: dokumentasi UNS)

Solo, (Antaranews Jateng) - Sebanyak tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menciptakan baterai lithium dari limbah pabrik semen.

"Pesatnya laju pembangunan di Indonesia menyebabkan meningkatnya produksi semen. Produksi semen yang besar membutuhkan bahan bakar batubara yang besar pula sehingga menyebabkan limbah 'fly ash' hasil pembakaran batu bara belum dapat dimanfaatkan secara maksimal," kata salah satu mahasiswa Rina Amelia Rosada di Solo, Jumat.

Ia mengatakan tim tersebut berhasil memanfaatkan "fly ash" menjadi material anoda baterai lithium-ion.

Menurut dia, saat ini baterai lithium-ion sedang gencar dikembangan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. 

"Salah satu bagian dari baterai lithium-ion yang ada di pasaran saat ini adalah anoda yang sebagian besar unsur utamanya adalah karbon. 'Fly ash' sendiri dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan kapasitas dan performa baterai lithium-ion," katanya.

Ia mengatakan pada penelitian tersebut limbah "fly ash" diaplikasikan pada baterai dengan cara mengambil kandungan silika atau SiO2 dan dicampurkan sebagai bahan anoda baterai lithium-ion.

"Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan silika dari limbah 'fly ash' pabrik semen dapat meningkatkan kapasitas baterai lithium-ion sebesar 216 persen dibandingkan dengan baterai komersil di pasaran," katanya. 

Menurut dia, penelitian tersebut dilakukan pada berbagai komposisi silika terhadap karbon dalam material anoda baterai lithium-ion.

"Makin tinggi kandungan silika maka baterai yang dihasilkan akan memiliki kapasitas yang makin besar. Puncaknya pada saat komposisi silika 10 persen, baterai yang dihasilkan berkapasitas tinggi sebesar 1047 mAh dan lebih awet," katanya.

Ia mengatakan potensi penggunaan baterai lithium-ion di Indonesia sangat beragam mulai dari barang yang berukuran kecil seperti powerbank hingga mobil listrik. 

"Kami berharap baterai dari limbah 'fly ash' dapat diterapkan di dunia industri sehingga akan mengurangi limbah 'fly ash' pabrik semen di Indonesia dan menambah nilai jual limbah tersebut," katanya.

Adapun selain Rina, dua mahasiswa lain yang tergabung dalam tim tersebut yaitu Annisa Puji Lestari dan Anisa Darma Briliant.

 
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar