
Untuk kali pertama program IF/Then dibawa ke Indonesia

Jakarta (Antaranews Jateng) - Sebuah institusi film asal Amerika Serikat, Tribeca Film Institute menggelar sebuah program yang bertujuan untuk mendukung pembuat film dokumenter pendek agar karyanya bisa ditonton di seluruh dunia. Program tersebut diberi nama IF/Then.
Pada tahun ini, untuk kali pertama program IF/Then dibawa ke Indonesia. Agar program ini berjalan sukses, Tribeca Film Institute menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan In-Docs untuk bekerja sama.
"Program IF/Then di luar Amerika baru ada di dua kawasan, yaitu Eropa Timur dan Asia Tenggara. Ini merupakan bukti bahwa ada kebutuhan kolektif dan kapasitas kawasan untuk menciptakan dan mempromosikan cerita-ceritanya, dalam jumpa pers terkait acara tersebut di Ashley Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).
Tujuan digelarnya IF/Then di Asia Tenggara dimaksudkan untuk mendukung film dokumenter lokal dan Asia Tenggara agar bisa mendapatkan mentorship, pendanaan serta distribusi secara global.
IF/Then sendiri telah membuka pendaftaran sejak Desember 2017 lalu. Setelah melalui proses seleksi, saat ini telah terpilih sebanyak 17 film dokumenter pendek yang berasal dari lima negara Asia Tenggara, di mana sembilan di antaranya adalah karya sineas Indonesia.
Nantinya dari 17 film tersebut, akan dipilih sebanyak tujuh sampai 10 film untuk kemudian meneruskan ke tahap pengembangan cerita dan mengikuti workshop tambahan. Kegiatan tersebut rencananya akan digelar di Bali pada 2 - 5 Agustus 2018 mendatang.
Di akhir program, akan ada empat film terpilih yang berhak memenangkan hibah dana masing-masing sebesar Rp 100 juta. Selain itu, akan ada satu film yang berhak untuk diproduksi oleh Al-Jazeera.
"Film-film dokumenter IF/Then akan mendapat dukungan dana, dan selama 1 tahun dipromosikan oleh Tribeca agar dapat terdistribusikan di festival, televisi, sinema, dan platform-platform mitra Tribeca," ujar Direktur Program In-Docs, Amelia Hapsari.
"Selain itu satu film akan diproduksi dan didistribusikan oleh Al-Jazeera. Ini adalah kesempatan langka bagi film-film dari Asia Tenggara," tambahnya.
Untuk informasi, mitra-mitra distribusi dari Tribeca Film Institute antara lain POV, The Guardian, The New York Times, Netflix, ITVS, i-Tunes dan Vimeo. (Editor : Maria Cicilia Galuh).
Pewarta: Fathur Rochman
Editor:
Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
