Logo Header Antaranews Jateng

TMMD mampu turunkan angka kemiskinan

Rabu, 4 April 2018 20:11 WIB
Image Print
Pati - Asisten Administrasi Provinsi Jateng Budi Wibowo menabuh gong untuk menandai pembukaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Regular ke-101 tahun 2018 Kodim 0718/Pati di Lapangan Sepak Bola Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (4/4). TMMD diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan maupun sarpras lainnya. (Foto: Akhmad Naz

Pati (Antaranews Jateng) - Program TNI Manunggal Masuk Desa diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah yang angkanya masih cukup tinggi, kata Asisten Administrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Budi Wibowo.

"Terlebih lagi TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian dan pemerintah daerah, serta segenap lapisan masyarakat," ujarnya saat upacara pembukaan TMMD Regular Ke-101 Tahun 2018 Kodim 0718/Pati di Lapangan Sepak Bola Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu.

Hadir pada acara tersebut, Inspektur Komando Daerah Militer (Irdam) IV/Diponegoro Kolonel Inf Legowo WR Jatmiko, Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Inf Joni Pardede beserta jajarannya, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKP Uri Nartanti, serta Bupati Pati Haryanto.

Ia menganggap program TMMD merupakan salah satu langkah nyata guna mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, termasuk kemiskinan.

Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah per September 2017, katanya, mencapai 4,197 juta jiwa atau 12,23 persen.

Sementara jumlah pengangguran terbuka di Jateng per Agustus 2017 sebesar 4,57 persen.

Untuk indeks pembangunan manusia di Jateng pada 2016, katanya, berada pada angka 69,98.

"Sejumlah permasalahan tersebut merupakan pekerjaan rumah bersama yang harus dikeroyok dan diselesaikan bersama-sama," ujarnya.

Pelaksanaan program TMMD tahap I tahun 2018 yang berlangsung mulai 4 April hingga 3 Mei 2018, katanya, diarahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di daerah serta membuka isolasi antar desa sehingga semakin meningkatkan roda perekonomian daerah.

Tujuan lainnya, yakni untuk meningkatnya kesehatan lingkungan dan sanitasi di kawasan padat penduduk dan kumuh perkotaan serta gerakan masyarakat hidup sehat.

Ia mengatakan program TMMD mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka membangun karakter generasi penerus bangsa agar ketahanan bangsa yang berjiwa Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika tetap terus terjaga dari gangguan virus berupa terorisme, radikalisme, dan narkoba.

Sinergitas program Kementerian Dikbud RI dengan program TMMD, yakni dalam melakukan pemberantasan buta aksara, PAUD, pendidikan karakter, termasuk pendidikan keluarga, pendidikan keterampilan dan pendidikan kesetaraan yang semuanya berbasis desa.

Menurut dia sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan daerah melalui TMMD seperti inilah yang menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi.

"Kami ingin seluruh desa di Jateng semakin maju dan mandiri dan kehidupan rakyat juga semakin sejahtera karena akses jalan dan jembatan semakin memadai sehingga aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang dari dan ke desa semakin lancar," ujarnya.

Sementara itu, Irdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Legowo WR Jatmiko menambahkan sasaran program TMMD memang tidak hanya fisik, melainkan ada program nonfisik.

Untuk program non fisik, meliputi program bela negara, bakti sosial dan ceramah.

Kegiatan fisik, meliputi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk membantu melaksanakan program pemda setempat, salah satunya membuat akses jalan.

"Jika akses jalan terpenuhi, tentunya aktivitas sehari-hari warga lebih lancar dan berpeluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026