
Siswi SMPN 17 Semarang juarai lomba kartun internasional

Semarang (Antaranews Jateng) - Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 17 Semarang Hannani Trisima Anjani (15) menjuarai lomba kartun internasional bertajuk "Cartoon Competition on Environmental Protection 2017" di Tiongkok.
"Pengumuman pemenangnya baru kemarin Jumat (23/3). Alhamdulillah, saya bangga bisa membawa nama baik sekolah dan orang tua," kata Hannani yang meraih titel "Bronze Award" kategori pelajar itu, di Semarang, Minggu.
Ia menceritakan kontes kartun tersebut dibuka pendaftarannya pada Desember 2017 dengan mengangkat tema perlindungan terhadap lingkungan dan setidaknya ada 3.000 karya yang masuk dari para kartunis di 34 negara.
Pada ajang tersebut, remaja yang tinggal di Jalan Cempaka Nomor 24, RT 11/RW 7, Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, itu mengirimkan karyanya yang mengangkat isu tentang kekeringan di suatu wilayah.
"Kartun saya menampilkan visual tank yang mampu mengeluarkan air bersih, di depannya ada sejumlah orang mengantre. Idenya, dari negara-negara yang sering kekurangan air, dan juga dilanda perang," katanya.
Akhirnya, kata dia, kedua problematika dan isu dunia, yakni kekeringan dan perang itu digabung dalam satu karya kartunnya yang kemudian dikirimkannya ke ajang yang menjadikannya sebagai juara itu.
Selama ini, Hannani juga kerap mengirimkan karya kartunnya dalam berbagai lomba tingkat internasional dan sering masuk sebagai finalis, namun baru pada ajang kali ini karyanya berhasil memenangkan titel "bronze".
Dari 50 besar kategori pelajar yang mengikuti kontes kartun internasional itu, Hannani juga termasuk paling belia karena para peserta lainnya merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia.
Kepala SMP Negeri 17 Semarang Hariyanto merasa bangga dengan prestasi yang diraih anak didinya tersebut yang diakuinya termasuk siswa berprestasi dengan nilai akademik yang baik di sekolah.
"Makin bangga saya karena Hannani juga juara di tingkat internasional membawa nama Semarang dan Indonesia, tentunya sekolah juga. Ini bisa jadi contoh yang baik untuk adik-adik kelasnya," katanya.
Sementara itu, guru seni rupa SMP Negeri 17 Semarang Suratno mengatakan prestasi siswa merupakan segalanya yang membanggakan sehingga akan terus mengembangkan pembelajaran kartun di sekolah.
Kebetulan, kata dia, saat ini baru sekolahnya yang mengajarkan ekstrakurikuler kartun bekerja sama dengan Gold Pencil dan Union of World Cartoonist (UWC) Indonesia sehingga sekolah lain juga bisa mengikuti.
"Kalau saya jelas bangga kalau generasi muda lebih maju. Sebagai guru kalau muridnya lebih berhasil itu paling menyenangkan dalam hidup," kata pemenang First Prize SICACO 2017 Korea itu.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
