Logo Header Antaranews Jateng

Target penyerapan beras Bulog Pati tak tercapai

Jumat, 5 Januari 2018 13:16 WIB
Image Print
Seorang petugas dari Perum Bulog Subdivre II Pati, Jawa Tengah, bersama personel Kodim 0718/Pati tengah mengecek stok beras yang tersimpan di salah satu gudang Bulog. (foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pati, (Antaranews Jateng) - Perum Bulog Subdivre II Pati, Jawa Tengah, hingga akhir Desember 2017 hanya mampu menyerap beras petani melalui mitra kerjanya sebesar 75 persen dari target sebanyak 102.000 ton beras.

Menurut Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Muhammad Taufiq di Pati, Jumat, belum tercapainya target penyerapan disebabkan karena faktor cuaca serta harga jual beras di pasaran yang cukup tinggi.

Terkait faktor cuaca, lanjut dia, tentu berdampak pada kualitas dan produktivitas hasil panen tanaman padi petani, sehingga mitra Bulog dalam melakukan penyerapan beras petani kurang maksimal.

Demikian halnya, kata dia, tingginya harga jual beras di pasaran juga berdampak terhadap tingkat penyerapan yang dilakukan para mitra.

"Ketika harga jual beras tinggi dan melampaui harga pokok pembelian (HPP) yang ditetapkan, tentu membuat mitra tidak berani menyerap," ujarnya.

Ia mencontohkan, harga jual gabah kering panen pada bulan Desember 2017 mencapai Rp5.500,00 per kilogram, sedangkan harga pembelian Bulog hanya Rp3.700,00/kg.

Demikian halnya komoditas beras, di pasaran harga jualnya berkisar Rp9.500,00 hingga Rp10 ribu/kg, sedangkan harga patokan pembelian dari Bulog hanya Rp8.000,00/kg.

Meskipun demikian, stok beras yang dimiliki oleh Perum Bulog Pati hingga kini cukup aman.

Stok beras yang dimiliki Perum Bulog Pati, katanya, 25.000 ton yang tersimpan di sejumlah gudang milik Bulog.

"Beras sebanyak itu, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan mendatang," ujarnya.

Gudang milik Bulog tersebar di lima kabupaten, yakni Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, dan Blora.

Target penyerapan beras selama 2017, lebih tinggi dibandingkan dengan target pada tahun 2016 sebanyak 80.000 ton.

Adapun realisasi penyerapannya pada tahun 2016 mencapai 116.000 ton atau 145 persen dari target.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026