Logo Header Antaranews Jateng

UNS Kenalkan Batik Kepada Mahasiswa Mancanegara

Selasa, 18 Juli 2017 07:23 WIB
Image Print
Sejumlah mahasiswa mancanegara yang sedang belajar di Indonesia sedang belajar batik cap di Kampus Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS Surakarta, Senin. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Solo, ANTARA JATENG - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengenalkan batik Indonesia kepada masyarakat mancanegara khususnya mahasiswa asing di Kampus FSRD Kota Solo.

Tiwi Bina Affanti selaku ketua panitia dari FSRD UNS, di Solo, Senin, mengatakan mahasiswa mancanegara yang sedang belajar di UNS dikenalkan budaya asli Jawa tersebut agar batik Indonesia lebih dikenal tidak saja pada visual pola hiasnya saja, tetapi juga pada keindahan maknawinya.

Tiwi menjelaskan mahasiswa asing tersbeut dari Filipina, Thailand, Kamboja, Tajikistan, Myanmar, Timor Leste, dan Yunani. Jumlah peserta ada sebanyak 20 mahasiswa.

"Kami melalui kegiatan ini, tujuannya mendukung program internasionalisasi melalui pengenalan batik baik teori maupun praktek kepada generasi muda mancanegara, Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS melaksanakan program-program akademis sesuai dengan visi lembaga, dan meningkatkan promosi Batik Indonesia dengan kekayaan keindahan visual dan keindahan maknawinya ke mancanegara," katanya.

Menurut dia, tidak mustahil bahwa batik di Indonesia akan dijadikan topik dalam salah satu studi kajian mahasiswa asing tersebut selama masa studinya.

Kegiatan yang dilaksanakan mendukung program internasionalisasi tersebut berupa kursus singkat yang dikemas dalam serangkaian teori dan praktek terkait batik di Indonesia, katanya.

Selain itu, mahasiswa asing peserta kursus juga diberikan pengalaman untuk sekaligus lebih dekat bersama para pengrajin di pedesaan sambil merasa perlu turut serta dalam pelestarian dan pengekplorasian batik.

"Salah satunya dengan cara mengajak seluruh partisipan untuk lebih mengenal, memahami, dan dapat berperan dalam menyumbangkan ide kreatifnya agar batik semakin mendunia dan lestari," katanya.

Kegiatan ini, kata dia, sudah terlaksana yang kedua kalinya, sebelumnya 2016. Dia berharap kegiatan tahun ini bisa mengulangi keberhasilan tahun sebelumnya,

Menurut dia, terlaksananya kursus batik untuk mahasiswa asing tersebut akan memberikan dampak positif bagi UNS dan FSRD UNS khususnya, yaitu lebih dikenal terutama oleh mahasiswa asing mancanegara, dan bagi Indonesia umumnya, yaitu mengenalkan batik lebih luas kemancanegara, yang dapat berakibat pada positifnya usaha pengembangan dan pelestarian batik di Indonesia.

"Program ini dapat dijadikan program rintisan credit transfer bagi mahasiswa asing," katanya.

Para mahasiswa mancanegara diberikan materi pelatihan antara lain selayang pandang tentang batik, mengenal batik klasik, batik pedesaan, batik lukis, membatik tulis, membatik cap, pewarnaan sintetis, pewarnaan alami, dan pelorodan.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026