Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng sebut Peksimida lahirkan generasi muda yang peka akan artistik

Sabtu, 18 Juli 2026 09:32 WIB
Image Print
Wakil Rektor Kemahasiswaan seluruh perguruan tinggi pada Grand Closing Peksimida Provinsi Jateng 2026 di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (18/7/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut pelaksanaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dari sisi akademik tetapi juga peka akan artistik.

“Melalui kegiatan ini, lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan artistik, karakter yang kuat, serta kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono pada Grand Closing Peksimida Provinsi Jateng 2026 di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Jumat.

Peksimida bukan sekadar ajang perlombaan seni. Lebih dari itu, Peksimida merupakan ruang pembinaan, ruang pengembangan kreativitas, sekaligus wahana silaturahmi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Menurut dia, tema Merdeka Berkarya, Seni Berdampak Bagi Masyarakat mengingatkan setiap orang bahwa karya seni bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu memperkuat karakter bangsa, membangun kepedulian sosial, serta berkontribusi terhadap kemajuan kebudayaan dan pembangunan daerah.

“Saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan karya terbaiknya dengan menjunjung tinggi kejujuran, orisinalitas, kreativitas, dan sportivitas,” katanya.

Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam melahirkan karya seni yang berkualitas, sekaligus membentuk insan seni yang berintegritas.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil meraih prestasi di masing-masing bidang seni.

“Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, latihan yang panjang, dukungan perguruan tinggi, serta bimbingan para dosen pembimbing. Bagi peserta yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, saya berharap tetap semangat untuk terus berkarya,” katanya.

Hasil Peksimida Jawa Tengah tahun 2026 akan menjadi dasar dalam menetapkan mahasiswa terbaik yang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) tahun 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.

“Saya berharap seluruh kontingen dapat mempersiapkan diri yang terbaik sehingga mampu mempertahankan prestasi Jawa Tengah sebagai juara umum pada Peksiminas tahun 2026,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap seluruh kontingen menjadi duta budaya yang mampu menunjukkan karakter, etika, sportivitas, kreativitas, dan semangat kolaborasi, sehingga mampu memperkenalkan kekayaan seni budaya Jawa Tengah di tingkat nasional.

“Ini juga menjadi semangat yang sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Peksimida sebagai ajang seleksi untuk mempersiapkan kontingen terbaik Jawa Tengah menuju Peksiminas. Semoga Peksimida terus menjadi ruang lahirnya seniman-seniman muda yang kreatif, inovatif, berintegritas, serta mampu mengharumkan nama Jawa Tengah dan Indonesia melalui karya-karya seni yang berkualitas,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D. mengatakan rangkaian Peksimida Jawa Tengah dibuka pada tanggal 26 Juni 2026 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan secara kolaboratif di berbagai perguruan tinggi melalui 15 tangkai seni, mulai dari fotografi, baca puisi, tari, komik strip, penulisan cerpen, desain poster, penulisan puisi, menyanyi pop, vokal grup, penulisan lakon, keroncong, monolog, dangdut, lukis, hingga seriosa.

Ia mengatakan lewat kegiatan itu setiap perguruan tinggi tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem pembinaan dan pengembangan seni mahasiswa di Jawa Tengah.

“Peksimida bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Peksimida adalah proses pembinaan. Di dalamnya terdapat proses latihan, kerja keras, disiplin, keberanian untuk tampil, kemampuan menerima penilaian, serta kesediaan untuk belajar dari karya orang lain,” katanya.

Ia juga meminta kepada para pemenang Peksimida Provinsi Jawa Tengah untuk bisa menjadikan Peksiminas sebagai panggung untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Jawa Tengah memiliki talenta, kreativitas, karakter, dan daya saing yang kuat.

Ke depan, ia juga meminta kepada seluruh perguruan tinggi agar terus memperkuat ekosistem pembinaan seni mahasiswa di Jawa Tengah.

“BPSMI, perguruan tinggi, para pembina, komunitas seni, dan mahasiswa harus terus bergerak bersama untuk memberikan ruang yang semakin luas bagi tumbuhnya kreativitas dan talenta mahasiswa,” katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026