Logo Header Antaranews Jateng

PAD Kabupaten Kudus Capai Rp137,62 Miliar

Senin, 17 Juli 2017 20:58 WIB
Image Print
Ilustrusi - Menara Kudus, salah satu ikon di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah

Kudus, ANTARA JATENG - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga semester pertama tahun 2017 mencapai Rp137,62 miliar atau 39,41 persen dari target selama setahun sebesar Rp349,19 miliar.

"Penerimaan asli daerah yang direncanakan sebesar Rp349,19 miliar itu, berasal dari empat jenis penerimaan," kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono di Kudus, Senin.

Keempat jenis penerimaan tersebut, diantaranya dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Dari target sebesar Rp349,19 miliar, kata dia, pemasukan terbesar direncanakan dari lain-lain PAD yang sah sebesar Rp240,88 miliar, kemudian pajak daerah Rp82,17 miliar serta retribusi daerah Rp19,7 miliar dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp6,44 miliar.

Adapun realisasi penerimaannya hingga akhir Juni 2017 untuk persentase tertinggi dari hasil hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai 99,66 persen atau Rp6,41 miliar.

Persentase terbesar berikutnya, yakni dari pajak daerah mencapai 52,03 persen atau Rp42,76 miliar, disusul hasil retribusi daerah mencapai 46,51 persen atau Rp9,16 miliar, dan lain-lain PAD yang sah terealisasi sebesar Rp79,28 miliar atau 32,91 persen.

Terkait dengan penerimaan kekayaan daerah yang dipisahkan, berasal dari enam perusahaan daerah.

Di antaranya, Bank Jateng Cabang Kudus, Perusahaan Daerah (PD) Bank Pasar, PDAM Kudus, BPR BKK Kudus dan PD Percetakan, dan PD Apotek.

Dari sejumlah perusahaan daerah tersebut, tercatat ada dua perusahaan daerah yang mendapatkan dana penyertaan modal pada tahun anggaran 2017 menyusul kinerjanya yang dinilai cukup bagus dan berkontribusi terhadap PAD.

Adapun perusahaan daerah yang mendapatkan tambahan permodalan, yakni PDAM Kudus dan PD Bank Pasar.

Kedua perusahaan daerah tersebut, mendapatkan dana penyertaan modal masing-masing sebesar Rp606 juta dan Rp1 miliar.

PD BPR Bank Pasar selama tahun 2016 menunjukkan peningkatan kinerja yang diperlihatkan lewat perolehan laba sebesar Rp1,78 miliar.

Dengan laba yang meningkat tersebut, maka deviden yang diperoleh Pemkab Kudus juga akan meningkat.

Selain itu, penambahan modal tersebut juga akan meningkatkan rasio kecukupan modal minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi semakin baik, sehingga daya saing dengan sesama BPR juga akan semakin kompetitif.

Sementara penyertaan modal untuk PDAM Kudus, lanjut dia, ditujukan untuk program pemasangan sambungan jaringan PDAM dengan biaya murah yang sumber dananya berasal dari pusat.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026