Logo Header Antaranews Jateng

Undip Gratiskan Pendidikan Doktor bagi Dosennya

Selasa, 11 Juli 2017 17:34 WIB
Image Print
Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama.

Semarang, ANTARA JATENG - Universitas Diponegoro Semarang menggratiskan pendidikan doktoral bagi dosen di kampus itu, khususnya bagi dosen-dosen yang sudah sepuh.

"'Kan tidak bisa tugas belajar lagi karena maksimal berusia 40 tahun. Jadi, izin belajar," kata Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama di Semarang, Selasa.

Namun, kata dia, izin belajar harus menggunakan biaya sendiri sehingga dosen-dosen yang sudah mendekati pensiun enggan melanjutkan pendidikan lebih lanjut.

Padahal, Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Undip itu mengatakan bahwa perguruan tinggi negeri itu sudah ditetapkan sebagai PTN berbadan hukum (PTN-BH).

"Sebagai PTN-BH, kualitasnya harus meningkat. Namun, guru besarnya masih kurang, makanya kami dorong dosen untuk menempuh pendidikan doktor," katanya.

Bagi yang sudah tidak bisa menggunakan tugas belajar, kata dia, difasilitasi dengan izin belajar di Undip sesuai dengan bidang yang digelutinya secara gratis.

"Semua dosen Undip yang mau sekolah strata tiga (S-3) di sini (Undip, red.) gratis. Kami bebaskan, gratiskan. Jumlah doktor di Undip sudah 500-an orang," katanya.

Akan tetapi, kata dia, jumlah doktor itu masih kurang dibandingkan PTN lainnya, seperti Universitas Hasannudin (Unhas) yang doktornya 900-an orang," katanya.

Menurut dia, upaya tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) seiring dengan era yang kian kompetitif.

"Sebagai PTN-BH, Undip tidak boleh lupa pada core-nya, yakni mutu. Mutu harus terjaga, kualitasnya. Makanya, SDM-nya terus kami kebut," kataYos.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026