
Jalur Pantura Jateng Didominasi Truk

Tegal, ANTARA JATENG - Arus lalu lintas kendaraan di sepanjang jalur pantai utara Kabupaten Batang hingga Kota Tegal, Jawa Tengah, didominasi oleh angkutan barang jenis truk, Jumat siang.
Saat ini sopir truk dan pengusaha transportasi diburu waktu karena angkutan truk, kecuali berisi sembako dan BBM, dilarang beroperasi mulai H-7 Lebaran 2017.
Berdasar pantauan, banyaknya iring-ring angkutan truk ini menimbulkan penumpukan sesaat pada sejumlah titik rawan macet, seperti di perlintasan kereta api (KA) Jalan K.H Mansyur Kota Pekalongan, jalan perempatan traffic light Grogolan, pertigaan pasar Suradadi Kabupaten Tegal, dan jalan pantura Kota Tegal.
Selain dipadati angkutan truk, sejumlah kendaraan pemudik mulai melintas di jalur pantura Pemalang dan Kabupaten Tegal.
Sejumlah mobil pribadi bernomor polisi, seperti BM, B, dan F dengan membawa tumpukan barang yang ditaruh di atas mobil melintas di jalur pantura.
Sopir truk, Asep Saifullah mengatakan padatnya arus lalu lintas kendaraan angkutan jenis truk ini karena pengiriman barang agar tidak terlambat sampai tujuan karena pada H-7 Lebaran 2017 dipastikan semua angkutan barang dilarang beroperasi.
"Kami memperkirakan semua perusahaan jasa pengiriman barang atau sejenisnya akan meningkatkan pengiriman barang karena pada H-7 Lebaran truk sudah tidak bisa beroperasi di jalan raya," kata sopier truk asal Bandung itu.
Sementara itu, seorang pemudik, Achmad Saifuddin, mengatakan dirinya dan keluarga sengaja mudik ke kampung halamannya lebih awal untuk menghindari kemacetan di jalan raya.
"Kami sengaja mudik lebih awal karena takut terjebak macet. Pada Lebaran tahun sebelumnya, kami harus menunggu berjam-jam di jalan tol Brebes Exit karena arus lalu lintas macet total," katanya.
Kepala Polres Batang AKBP Juli Agung Pramono mengimbau pada pemudik berhati-hati dan waspada saat melintas di jalur pantura maupun di jalut tol fungsional Batang-Semarang dan Batang-Pemalang.
"Kami ingatkan bagi pemudik yang lelah dalam perjalanan segeralah beristirahat di rest area. Jangan paksakan melanjutkan perjalanan jika kondisi badan sudah capek dan mengantuk," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
