
Pendapatan Pasar Dandangan di Kudus Lampaui Target

Kudus, ANTARA JATENG - Pendapatan dari retribusi sampah dan pedagang yang menyewa lahan untuk berjualan selama perayaan tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang berlangsung mulai 16-25 Mei 2017 berhasil melampaui target karena terealisasi Rp63,3 juta.
"Adapun target pendapatan selama perayaan pasar Dandangan sebesar Rp63 juta, meliputi penggunaan kekayaan daerah (PKD) atau sewa gerai sebesar Rp58,7 juta dan retribusi sampah sebesar Rp4,3 juta," kata Kepala Bidang Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan Kudus Sofyan Dhuhri di Kudus, Rabu.
Dari realisasi pendapatan sebesar Rp63,3 juta, kata dia, pemasukan dari sewa lahan tempat jualan para pedagang sebesar Rp59,16 juta dan dari retribusi sampah hanya Rp4,13 juta.
Khusus untuk retribusi sampah, kata dia, memang belum mencapai target, namun untuk retribusinya berhasil terlampaui.
Ia mengatakan pendapatan dari tradisi Dandangan tahun ini berhasil melampaui pendapatan tahun sebelumnya yang tercatat hanya Rp60,70 juta.
Pada tahun lalu, realisasi penerimaan mencapai Rp60,70 juta itu, meliputi sewa lahan tempat jualan para pedagang sebesar Rp55,46 juta dan retribusi sampah sebesar Rp3,9 juta.
Adapun jumlah pedagang yang menyewa lahan, katanya, sebanyak 400 pedagang. Dari jumlah sebanyak itu, meliputi 237 pedagang yang berjualan menggunakan tenda, sedangkan selebihnya merupakan pedagang yang berjualan secara lesehan.
Ratusan pedagang tersebut, tersebar di Jalan Sunan Kudus, Jalan Madureksan, Jalan Kiai Telingsing, Jalan Pangeran Puger, Jalan Wahid Hasyim, Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Jalan Menara Kudus, Jalan Ramelan, serta Jalan Kudus-Jepara.
Ukuran setiap petak, kata dia, bervariasi, karena disesuaikan dengan jenis komoditas yang dijual.
Biaya retribusinya, kata dia, per meter persegi sebesar Rp2.000 per hari, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pemakaian Kekayaan Daerah. Harga sewa tersebut, belum termasuk retribusi sampah.
Perayaan tradisi Dandangan yang digelar mulai 16-25 Mei 2017 tersebut, juga dimeriahkan dengan kehadiran puluhan perajin batik dari berbagai daerah di Jateng. Pihaknya mencatat ada 24 perajin batik dari berbagai daerah di Jateng yang ikut meramaikan pameran tersebut.
Tradisi Dandangan di Kudus juga diramaikan dengan visualisasi Dandangan dengan menampilkan sejarah tradisi tersebut untuk menandai dimulainya puasa Ramadhan.
Visualisasi tersebut ditutup dengan pemukulan bedug yang dilakukan oleh pejabat instansi terkait, sekaligus dimulainya awal bulan puasa Ramadhan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
