
Enam Siswa SMP Magelang Tak Ikuti UNBK

Magelang, ANTARA JATENG - Sebanyak enam siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Magelang, Jawa Tengah, tidak mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sejak hari pertama, Selasa (2/5).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Taufiq Nurbakin di Magelang, Rabu, menyebutkan keenam siswa tersebut, yakni empat siswa dari SMP Kristen 1 dan masing-masing satu orang dari SMPN 9 dan SMP Taman Dewasa.
"Mereka telah mengundurkan diri menjadi peserta ujian nasional dan ujian sekolah sejak beberapa waktu lalu, karena hingga batas akhir masa pendaftaran peserta ujian tingkat SMP/MTs sudah menyatakan tidak akan mengikuti ujian," katanya.
Ia mengatakan dengan adanya enam siswa yang mengundurkan diri sebagai peserta ujian, maka jumlah siswa SMP/MTs di Kota Magelang yang mengikuti UNBK sebanyak 3.515 siswa.
Ia menuturkan sebagian besar SMP/MTs di Kota Magelang melaksanakan UNBK yang berlangsung hingga 8 Mei 2017 terbagi dalam tiga sesi, yakni sesi pertama pukul 08.00-09.30 WIB, sesi kedua pukul 10.00-12.30 WIB, dan sesi ketiga pukul 13.00-14.30 WIB.
"Namun, juga ada sekolah yang melaksanakan UNBK hanya dua sesi. Perbedaan jumlah sesi pelaksanaan karena perbedaan jumlah murid antara sekolah yang satu dengan yang lain. Selain itu juga perbedaan jumlah fasilitas komputer pendukung UNBK," katanya.
Ia mengatakan dari 22 SMP/MTs di Kota Magelang, semua telah melaksanakan UNBK, meskipun belum semua SMP/MTs di Kota Magelang memiliki komputer dan sarana lainnya yang digunakan untuk pelaksanaan UNBK.
Menurut dia guna mengatasi permasalahan tersebut, berbagai langkah telah ditempuh, antara lain pihak sekolah yang belum memiliki sarana tersebut selain bisa menumpang di sekolah lain juga bisa menggunakan fasilitas laptop. Sekolah tidak harus membeli peralatan komputer atau laptop, tetapi bisa meminjam dari pihak ketiga.
"Sekolah juga bisa meminjam sarana laptop dari orang tua siswa yang memiliki dan dipinjam selama pelaksanaan UNBK," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
