Logo Header Antaranews Jateng

400 Pemuda Diajak Sentuh Bumi dengan Hati

Sabtu, 22 April 2017 17:58 WIB
Image Print
Ilustrasi. Bibit mangrove. (Foto ANTARA)

Semarang, ANTARA JATENG - Sekitar 400 anak muda dari berbagai elemen bakal diajak menanam 10.000 tanaman mangrove di kawasan Trimulyo, Semarang, dalam kegiatan bertajuk "Menyentuh Bumi dengan Hati".

"Manusia semua anak bumi. Kita selama ini sudah menyentuh bumi. Tetapi, apakah sudah menyentuh bumi dengan hati?" kata Romo Agustinus Sarwanto dari Paroki Bongsari Semarang, Sabtu.

Kegiatan Menyentuh Bumi dengan Hati" diprakarsai berbagai elemen, seperti Gereja St Theresia Bongsari, Gereja St Yusup Gedangan, Suster Penyelenggara Ilahi (PI), serta mahasiswa kaum muda lintas agama.

Antara lain, dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, dan siswa-siswi dari berbagai sekolah.

"Kalau menyentuh bumi tetapi tidak berhati-hati malah bisa teralienasi dari bumi. Bahkan, kadang ada manusia yang merasa tidak dari bumi. Kenapa? Apa yang mereka lakukan tidak mendukung bumi," ungkapnya.

Itulah mengapa, kata dia, anak-anak muda yang diajak untuk berperan aktif dalam kegiatan penanaman mangrove sebab anak-anak muda adalah pemilik masa depan yang harus sadar untuk merawat kelestarian bumi.

"Dari kegiatan ini, mereka juga akan diajak membersihkan sampah di pantai, serta diedukasi mengenai dampak dari global warming. Bibit mangrove juga kami beli dari warga sekitar yang budi daya," katanya.

Tak hanya menanam mangrove, Romo Sarwanto mendorong munculnya banyak kelompok peduli lingkungan dari kegiatan itu yang akan terus merawat tanaman-tanaman bakau yang sudah ditanam agar terus lestari.

Sementara itu, Ketua Panitia "Kegiatan Menyentuh Bumi dengan Hati" Ignatius Natalis Utomo menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 23 April 2017, itu akan dibuka Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Selain menanam tanaman bakau, "Kegiatan Menyentuh Bumi dengan Hati" diisi pula dengan aksi sosial pasar sembako murah, pertunjukan kesenian, serta pengobatan gratis di Kelurahan Trimulyo, Semarang.

"Kegiatan ini didukung banyak pihak, termasuk pengusaha. Seperti dari Janish Home, industri mebel yang selama ini menggunakan bahan baku dari alam, yakni kayu. Mereka tergerak melestarikan bumi," katanya.

Tanaman bakau, kata dia, selama ini telah terbukti menyelamatkan ekosistem pantai untuk berkembang biak berbagai biota, mencegah abrasi pantai, mengurangi polusi udara, dan bisa mengurangi bahaya tsunami di pesisir.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026