
2 Koridor Baru Trans Semarang Diluncurkan

Semarang, ANTARA JATENG - Dua koridor baru moda transportasi massal BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang yang beberapa kali tertunda pengoperasiannya akhirnya resmi diluncurkan.
Peluncuran dua koridor baru Trans Semarangitu, yakni Koridor V dan VI dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Trihananto di kampus Universitas Diponegoro Semarang, Jumat.
Koridor V melayani rute Meteseh-PRPP PP, sementara Koridor VI menghubungkan akses kampus Undip di kawasan Tembalang dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Gunungpati.
Sekda Kota Semarang Adi Trihananto menyampaikan sejauh ini keberadaan BRT Trans Semarang sangat dibutuhkan masyarakat, terbukti dari indikator keberhasilan di koridor yang sudah ada.
"Bisa dilihat dari penumpangnya yang semakin banyak, adanya aksestabilitas masyarakat yanng semakin mudah mendapatkan transportasi umum yang aman dan nyaman," katanya.
Diharapkan, kata dia, dua koridor baru itu bisa semakin menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi dan Trans Semarang juga harus terus berbenah, khususnya dalam kaitan pelayanan.
"Jumlah pengguna Trans Semarang kan semakin banyak, pelayanan juga harus ditingkatkan. Sopir jangan ugal-ugalan, makin disiplin, hingga perawatan kendaraan," pungkas Adi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Triwibowo menyebutkan dua koridor baru itu akan dilayani 16 bus/koridor, ditambah dua bus sebagai cadangan.
"Kapasitas bus sekitar 30 penumpang. Ya, jumlah armada bisa saja bertambah jika memang kebutuhannya, penumpangnya banyak. Ini kan masih memerlukan penyesuaian," katanya.
Untuk keberadaan "shelter", kata dia, sudah ada 34 "shelter" atau halte di sepanjang Koridor V dan 18 halte di Koridor VI yang semuanya masih 2/3 dari kebutuhan total "shelter".
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengharapkan dua koridor baru Trans Semarang ini memberikan layanan transportasi umum yang lebih baik bagi masyarakat.
"Termasuk cakupannya, khususnya di wilayah-wilayah pinggiran. Ya, kami minta keluhan-keluhan dari masyarakat segera ditindak lanjuti dan dilakukan pembenahan," kata politikus PDI Perjuangan itu.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
