
Pangkalan Elpiji Subsidi Diminta Jual Bright Gas

Kudus, ANTARA JATENG - Semua pangkalan elpiji ukuran tiga kilogram di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diminta menyediakan elpiji 5,5 kilogram yang dikemas dengan merek Bright Gas untuk memudahkan masyarakat mampu membeli elpiji nonsubsidi.
"Kami memang ingin memasyarakatkan `malu subsidi` atau malu jika harus membeli elpiji bersubsidi karena jelas-jelas pada tabung elpiji tiga kilogram tertera tulisan untuk masyarakat miskin," kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno di Kudus, Jumat.
Untuk itu, setiap pangkalan elpiji bersubsidi atau elpiji tiga kilogram diwajibkan menjual Bright Gas atau elpiji ukuran 5,5 kilogram.
Ia mengatakan dengan tersedianya elpiji 5,5 kg, setidaknya masyarakat yang sebelumnya beralasan menggunakan elpiji 12 kilogram terlalu berat untuk ukuran dan harga, maka saat ini tersedia dengan ukuran lebih kecil dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat kelas menengah atas.
"Jika masyarakat mampu semakin sadar bahwa elpiji bersubsidi merupakan untuk kalangan masyarakat miskin, tentunya kebutuhan elpiji tiga kilogram akan semakin berkurang," ujarnya.
Dinas Perdagangan tidak membatasi jumlah tabung elpiji 5,5 kiloggram yang harus disediakan oleh semua pangkalan elpiji.
Hal terpenting, kata dia, mereka juga menyediakan elpiji nonsubsidi, untuk memudahkan kalangan masyarakat menengah atas.
Ia mengakui, untuk mendapatkan elpiji 5,5 kilogram memang tidak semudah mencari elpiji tiga kilogram sehingga dengan adanya kewajiban setiap pangkalan menyediakan elpiji 5,5 kilogram semakin meningkatkan minat masyarakat membeli elpiji nonsubsidi.
Salah satu pemilik agen elpiji David Budi Agung mengungkapkan pangkalan elpiji tiga kilogram yang mendapatkan pasokan elpiji darinya mulai menyediakan elpiji 5,5 kilogram.
"Pangkalan yang menyediakan elpiji 5,5 kilogram memang belum semuanya, namun secara bertahap mereka tentu akan mengikuti pangkalan yang lainnya," ujarnya.
Dari 154 pangkalan, katanya, sekitar 40 persen di antaranya sudah menyediakan elpiji 5,5 kilogram sehingga masyarakat mampu yang tidak lagi menggunakan elpiji tiga kilogram semakin mudah mendapatkan komoditas nonsubsidi tersebut.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
