Logo Header Antaranews Jateng

Tanah Longsor Tutup Jalan Desa di Kudus

Senin, 13 Maret 2017 21:21 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warga melintas di dekat rumah yang terkena tanah longsor di lereng pegunungan Muria, Dukuh Wetan Kali, Rahtawu, Gebog, Kudus, Jateng. (ANTARA FOTO/ Andreas Fitri Atmoko/ed/Spt//14)

Kudus, ANTARA JATENG - Tanah longsor yang terjadi di Desa Rahtawu, Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengakibatkan akses jalan di desa setempat terputus, Senin.

Kepala Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Sugiyono, di Kudus, Senin, peristiwa tanah longsor terjadi di Dukuh Dumpuk, Desa Rahtawu, sekitar pukul 18.30 WIB.

Sebelum terjadi tanah longsor, kata dia, di daerah setempat memang diguyur hujan. Tebing setinggi belasan meter tiba-tiba mengalami longsor dan menutupi jalan satu-satunya menuju Desa Rahtawu.

Warga setempat langsung melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan material tanah setebal beberapa meter yang menutup jalan.

Sebagai penerang lokasi kerja bakti, warga yang membawa sepeda motor menghidupkan lampu kendaraannya dari arah berlawanan.

Ia memperkirakan warga kerja bakti mencapai puluhan orang. Sekitar pukul 19.00 WIB, material longsor berhasil mereka singgkirkan dari jalan sehingga kendaraan roda dua dan empat bisa melewati tempat itu lagi.

Selama musim hujan, kata dia, warga Desa Rahtawu diminta siaga dengan ronda malam secara bergiliran, terlebih karena beberapa waktu lalu, ditemukan retakan tanah yang mengancam sejumlah rumah warga.

"Dengan adanya deteksi dini, tentunya jatuhnya korban bisa dihindarkan," ujarnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan adanya informasi tanah longsor di Desa Rahtawu, namun hanya menghalangi akses jalan warga.

Ia mengimbau warga untuk waspada, meskipun musim hujan mulai reda. Saat ini masuk pancaroba.

"Hanya saja, prediksinya masih terjadi hujan dengan durasi pendek, namun disertai dengan angin kencang atau petir bahkan bisa angin kencang," ujarnya.

Tanah longsor di Desa Rahtawu sudah sering terjadi, termasuk yang Februari 2011 menimpa empat rumah warga di Dukuh Wetan Kali dan Dukuh Semliro dengan kerusakan bervariasi. Saat itu hujan deras mengguyur desa tersebut.

Peristiwa tanah longsor paling parah terjadi pada 2008 yang menimpa enam rumah warga di Dukuh Wetan Kali.

Berdasarkan peta rawan bencana, daerah rawan tanah longsor tersebar di 13 desa, meliputi Desa Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari (Kecamatan Gebog), Desa Terban (Kecamatan Jekulo), serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang (Kecamatan Dawe).



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026