
Pekalongan Kekurangan 1.506 Guru SD/SMP

Pekalongan, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada 2017 masih kekurangan 1.197 guru sekolah dasar (SD) dan 309 guru sekolah menengah pertama (SMP) karena adanya moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, catur Emilyati di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa hingga kini pemkab belum bisa menambah jumlah tenaga pendidik tingkat SD dan SMP.
"Selain faktor moratorium perekrutan CPNS, maka kekurangan tenaga pendidik ini akan terus bisa bertambah menyusul dengan adanya pensiun pegawai negeri sipil," katanya.
Ia mengatakan untuk menyiasati kekurangan tenaga pendidik ini maka pemkab mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada agar kualitas pendidikan di SD maupun SMP tetap berjalan dengan baik.
Selain itu, kata dia, Diknas juga akan mengoptimalkan 1.868 guru wiyata bhakti (WB) tingkat taman kanak-kanak (TK), SD dan SMP.
"Peran dan jasa guru WB dalam memajukan dunia pendidikan relatif cukup besar sehingga kami mendorong pemkab turut memikirkan kesejahteraan mereka dengan memberikan tunjangan intensif," katanya.
Ia berharap dengan adanya pemberian tunjangan intensif tersebut dapat memberikan semangat baru bagi tenaga guru WB yang bertugas mendidik para siswa yang berada di desa maupun kota.
"Kami berharap tunjangan intensif ini dapat membantu guru WB serta dapat menambah semangat mereka dalam mendidik generasi bangsa," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
