Logo Header Antaranews Jateng

OJK Kerja Keras Sosialisasi Pasar Modal

Senin, 6 Maret 2017 17:23 WIB
Image Print
Ilustrasi - Logo OJK (ANTARANEWS.COM)

Semarang, ANTARA JATENG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional III Jawa Tengah dan DIY menyatakan sosialisasi terkait pasar modal memerlukan kerja keras dari seluruh pihak.

"Bukan hanya dari OJK tetapi juga dari Bursa Efek Indonesia, Danareksa Sekuritas, dan perusahaan berjangka lain," kata Kepala OJK Kantor Regional III Jawa Tengah dan DIY Moch Ihsanuddin pada kegiatan media gathering di Kantor OJK Semarang, Senin.

Dia mengatakan tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap pasar modal masih sangat rendah bahkan dapat dikatakan memprihatinkan.

Menurut dia, dari survei yang dilakukan pada tahun 2013 diperoleh hasil bahwa tingkat literasi atau pemahaman masyarakat terhadap pasar modal hanya 2,75 persen. Sedangkan untuk tingkat inklusi atau pemanfaatan terhadap pasar modal masih 0 persen.

Meski demikian, lanjutnya, dari survei serupa yang dilakukan pada tahun 2016, tingkat literasi maupun inklusi masyarakat Jawa Tengah terhadap pasar modal mengalami peningkatan.

"Untuk tingkat literasi meningkat menjadi 3,79 persen, sedangkan tingkat inklusi meningkat menjadi 0,1 persen," katanya.

Dia mengatakan OJK terus memperbaiki tingkat literasi dan inklusi melalui peningkatan kuantitas sosialisasi agar bisa menyamai tingkat literasi dan inklusi di bidang keuangan secara umum.

Ihsan mengatakan saat ini tingkat literasi masyarakat di bidang keuangan secara umum mencapai 67 persen, sedangkan dari sisi inklusi sudah berada di atas 40 persen.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK Gonthor R Azis mengatakan peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap pasar modal juga terjadi secara nasional.

Dia mengatakan tingkat pemahaman masyarakat Indonesia berdasarkan survei literasi keuangan pada tahun 2013 hanya 3,79 dan di tahun 2016 naik menjadi 4,40 persen.

Selanjutnya, dari sisi tingkat inklusi pada tahun 2013 hanya 0,11 persen dan di tahun 2016 meningkat menjadi 1,25 persen.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026