Logo Header Antaranews Jateng

Bank Jateng ajak generasi muda Banyumas berani bangun usaha

Rabu, 22 Juli 2026 14:47 WIB
Image Print
Kegiatan 'Ngobrol Inspiratif Bersama Anak Muda" di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). ANTARA/HO-Bank Jateng
Jadi kita harus punya visi ke depan, yang lebih jauh

Purwokerto (ANTARA) - Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mengajak generasi muda di wilayah Banyumas Raya berani membangun usaha dengan memiliki visi jangka panjang serta memperkuat literasi keuangan sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis dan kompetitif.

"Jadi kita harus punya visi ke depan, yang lebih jauh. Apalagi eranya sekarang sangat menantang," kata Ketua Tim Analis Kredit Produktif Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto Supriyadi dalam kegiatan "Ngobrol Inspiratif Bersama Anak Muda" di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (17/7).

Kegiatan kolaborasi Gerakan Solusi Indonesia, Kejaksaan Negeri Purwokerto, Bank Jateng Cabang Purwokerto, dan Pemerintah Kabupaten Banyumas itu diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi, SMA, dan pelaku usaha muda.

Lebih lanjut, Supriyadi mengatakan generasi muda perlu memiliki visi global tanpa meninggalkan potensi daerah serta tetap menjaga rasa kebangsaan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Ia juga mendorong peserta berani mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang seni, profesi, maupun kewirausahaan, dengan mempersiapkan kemampuan dan perencanaan yang matang.

"Tadi saya dengar ada yang suaranya bagus ketika bertanya di forum. Untuk itu kita harus tahu potensinya ke depan. Bisa jadi anchor atau penyanyi. Termasuk teman-teman yang akan merintis usaha lain," ujarnya.

Menurut dia, keberanian memulai usaha harus diimbangi kemampuan mengelola keuangan secara baik agar usaha dapat berkembang dan memperoleh kepercayaan dari lembaga keuangan.

Ia menyarankan pelaku usaha memisahkan keuangan pribadi dan usaha sehingga arus kas lebih mudah dipantau, menetapkan tujuan penggunaan kredit secara jelas, serta menjaga reputasi dengan membayar angsuran tepat waktu.

Selain itu, dia menjelaskan perbankan menjalankan fungsi intermediasi dengan menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit produktif maupun kredit konsumtif.

Dalam menyalurkan pembiayaan, Bank Jateng menerapkan prinsip kehati-hatian melalui analisis 5C, yakni Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak sembarangan meminjamkan data pribadi, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), kepada pihak lain untuk pengajuan kredit karena dapat berdampak pada rekam jejak keuangan di Sistem Layanan Informasi Konsumen (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jangan pertaruhkan data diri, karena rasa sungkan atau tidak enak dengan teman. Jika KTP dipinjam untuk utang dan kemudian kreditnya bermasalah, rekam jejak keuangan Anda akan buruk di SLIK OJK," katanya.

Supriyadi mengatakan catatan kredit yang buruk dapat menghambat seseorang memperoleh pembiayaan dari perbankan saat membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha sehingga generasi muda perlu menjaga keamanan data pribadi sejak dini.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026