Logo Header Antaranews Jateng

Pegadaian-OJK ajak mahasiswa Unsoed waspadai investasi ilegal

Jumat, 26 Juni 2026 13:30 WIB
Image Print
Kegiatan bertajuk "Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini" di Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). ANTARA/HO-Pegadaian
Program ini merupakan inisiasi OJK untuk masuk ke lingkungan kampus

Purwokerto (ANTARA) - PT Pegadaian Area Purwokerto bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto mengajak mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) meningkatkan literasi keuangan agar tidak mudah terjebak investasi ilegal, pinjaman daring ilegal, maupun berbagai modus penipuan digital yang marak berkembang di era teknologi.

Kegiatan bertajuk "Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini" yang merupakan kolaborasi program Financial Literacy on the Way (FLOW) dan Pegadaian Peduli itu digelar di Kampus Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6), sebagai upaya membekali generasi muda dengan kemampuan mengelola keuangan, memilih investasi yang aman, serta mengenali risiko kejahatan siber.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Purwokerto Yuly Arsianty mengatakan mahasiswa, khususnya Generasi Z, menjadi kelompok yang cukup rentan terhadap investasi bodong maupun pinjaman daring ilegal karena tingginya akses terhadap layanan keuangan berbasis digital.

"Program ini merupakan inisiasi OJK untuk masuk ke lingkungan kampus. Sebagian besar mahasiswa adalah Gen Z yang perlu dibekali pemahaman agar tidak terlibat investasi bodong, pinjol ilegal, atau produk keuangan di luar legalitas yang aman," katanya.

Menurut dia, banyak anak muda tertarik pada instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa terlebih dahulu memastikan legalitas penyelenggaranya.

"Teman-teman Gen Z ini sering kali penasaran dan ingin mencoba sesuatu yang baru. Kadang aspek legalitas justru terabaikan karena tergiur imbal hasil besar. Melalui edukasi literasi keuangan ini, kami ingin memberikan pemahaman sekaligus alternatif investasi yang lebih aman," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pegadaian juga memperkenalkan investasi emas sebagai instrumen yang relatif aman, mudah diakses, dan dapat dimulai dengan nominal terjangkau.

Yuly mengatakan fluktuasi harga emas tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda investasi. Menurut dia, ketika harga mengalami penyesuaian justru menjadi momentum untuk mulai menabung emas.

"Saat harga turun, kenapa tidak mulai sekarang. Ini saat yang tepat untuk menabung emas," katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa mengubah pola pengelolaan keuangan dari menghabiskan sisa uang menjadi menyisihkan dana sejak awal untuk investasi dan dana darurat.

Sementara itu, Kepala Kantor OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terbawa tren investasi yang viral di media sosial tanpa memastikan legalitas dan pengawasannya.

Ia juga menyoroti maraknya modus penipuan digital melalui link scam yang disebarkan lewat pesan singkat, media sosial, maupun platform belanja daring.

"Jangan mudah mengklik link yang tidak jelas asal-usulnya. Banyak tautan yang menawarkan pekerjaan, hadiah, atau promo belanja online, padahal ujung-ujungnya merupakan penipuan," katanya.

Selain menghadirkan edukasi keuangan, kegiatan tersebut juga diisi Kepala Audit Internal Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang Basuki Dwijosaputra yang menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi pencegahan korupsi melalui nilai kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, dan keberanian menyampaikan kebenaran.

Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian dan OJK berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengelola keuangan secara bijak, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang dapat menyebarkan pemahaman mengenai investasi legal dan pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan sekitarnya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026