Logo Header Antaranews Jateng

Perdana, Kongres Gunung Siap Digelar di Purbalingga

Jumat, 18 November 2016 16:27 WIB
Image Print
Gunung Slamet (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Purbalingga, Antara Jateng - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) siap menggelar Kongres Gunung pada 14 Desember 2016, kata Pelaksana Tugas Kepala Dinbudparpora Purbalingga Sridadi.

"Kongres Gunung yang pertama kali digelar ini, akan mengusung tema 'Masa Depan Gunung dalam Pengelolaan Mitigasi Bencana dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Manusia'," katanya di Purbalingga, Jumat.

Menurut dia, kegiatan yang dipusatkan di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, yang berada di lereng Gunung Slamet itu rencananya akan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta pakar vulkanologi Surono yang akrab disapa Mbah Rono.

Ia mengatakan penyelenggaraan Kongres Gunung ditujukan untuk memberi kesadaran kepada manusia terkait dengan ancaman dan manfaat gunung bagi kesejahteraan hidup manusia.

Selain itu, kata dia, untuk mengurangi atau meniadakan kerugian materi maupun jiwa manusia yang berkaitan dengan ancaman bencana dari gunung.

"Dari Kongres Gunung diharapkan akan mencetuskan langkah dan tindakan kongkret dalam upaya pelestarian lingkungan atau ekosistem gunung melalui pendekatan teknis, ekologis, dan budaya," katanya.

Ia mengatakan sasaran yang hendak dicapai dari penyelenggaraan Kongres Gunung, yakni menjadikan Purbalingga sebagai kabupaten yang sangat peduli dengan masa depan gunung.

Menurut dia, Purbalingga juga ingin mengambil peran sebagai pusat kajian pergunungan di dunia dengan Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia sebagai tulang punggungnya.

"Purbalingga juga ingin menjadi pusat pengelolaan Gunung Slamet yang meliputi wilayah Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Banyumas," tegasnya.

Lebih lanjut, Sridadi mengatakan peserta kongres gunung berasal dari birokrat dan instansi yang terkait dengan pergunungan, akademisi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aikatan alumni geologi, pecinta alam, komunitas pecinta gunung, Perhutani, pengamat, budayawan, juru kunci gunung, utusan warga yang tinggal di sekitar gunung, dan komunitas lima gunung (Merapi, Sumbing, Merbabu, Andong, serta Menoreh).

Menurut dia, narasumber dalam Kongres Gunung di antaranya pakar vulkanologi Surono dan budayawan Sujiwo Tejo.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026