Logo Header Antaranews Jateng

Bupati Banyumas: Pancasila Pilihan Cerdas Pendiri Bangsa

Rabu, 1 Juni 2016 14:09 WIB
Image Print
Burung Garuda Pancasila

Purwokerto, Antara Jateng - Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pendiri bangsa telah membuat pilihan cerdas dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar berdirinya negara Indonesia.

"Ir. Soekarno adalah orang pertama yang menggali, menemukan, dan menjabarkan Pancasila sebagai 'weltanschauung' (pandangan hidup), 'philosophicegrondslag' (dasar filosofis), dan dasar atau falsafah bagi Indonesia merdeka," katanya saat Upacara Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Ia mengatakan Bung Karno (Ir. Soekarno, red.) pulalah yang pertama kali mengusulkan Pancasila menjadi Dasar Negara Republik Indonesia dan usulan itu disampaikan di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945.

Menurut dia, Pancasila digali dari bumi Indonesia dan dikristalisasikan dari nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan rakyat Indonesia yang beraneka ragam.

"Nilai-nilai tersebut seperti kesantunan, kerukunan, kejujuran, toleransi atas perbedaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat dapat diamati pada kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh indonesia, yang praktiknya disesuaikan dengan budaya masyarakat yang bersangkutan. Dengan demikian, gamblang bahwa sesungguhnya Pancasila telah menjadi 'living reality' (kehidupan nyata) jauh sebelum berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Sebagai generasi penerus, kata dia, masyarakat Indonesia saat ini harus komitmen dan konsisten meneruskan cita-cita luhur para pendiri bangsa dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar, spirit, roh, dan motivasi dalam segala sikap, tingkah laku, perbuatan dalam hidup bermasyarakat, serta berbangsa dan bernegara dalam kerangka NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Ia mengatakan saat ini, ada fenomena yang menunjukkan pamor Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara telah meredup, bahkan mengalami degradasi kredibilitas yang luar biasa.

"Era globalisasi yang diwarnai dengan transformasi nilai-nilai individualisme dan liberalisme secara terstruktur, sistematis, dan masif, telah melahirkan 'ideologi' pragmatisme yang kering dengan empati, tipis dari rasa solidaritas terhadap sesama dan rasa gotong royong serta lainnya, yang manifestasinya menghalalkan segala cara untuk mewujudkan kepentingan pribadi atau kelompoknya serta menjadikan masyarakat konsumtif, instan, dan kapitalis," katanya.

Menurut dia, fenomena tersebut ditunjukkan dengan munculnya fanatisme kelompok, penolakan terhadap kemajemukan, dan tindakan teror kekerasan yang marak terjadi akhir-akhir ini .

Ia mengatakan fenomena itu menunjukkan bahwa obsesi membangun budaya demokrasi yang beradab, etis, dan eksotis serta menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan masih jauh dari kenyataan.

Terkait hal itu, Bupati mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk reaktualisasi nilai-nilai Pancasila sehingga menjadi pandangan hidup, fondasi, perekat, payung kehidupan berbangsa dan bernegara, serta membumikan nilai-nilai Pancasila dalam sehari-hari.

"Dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial, saya yakin bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang hebat dan bermartabat, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara kebudayaan sehingga mampu meraih kejayaan di masa depan," katanya.

Saat ditemui wartawan usai upacara, Achmad Husein mengaku bukan untuk pertama kalinya memimpin upacara Hari Lahir Pancasila karena kegiatan tersebut pernah dilakukan ketika masih menjadi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Banyumas dan Wakil Bupati Banyumas.

"Sejak masih menjadi Direktur PDAM, saya mengajak teman-teman untuk melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila, juga saat masih menjadi Wakil Bupati. Namun untuk upacara di alun-alun, baru pertama kali dilaksanakan," katanya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026