Logo Header Antaranews Jateng

PKL Sunday Market Direlokasi Usai Lebaran

Jumat, 20 Mei 2016 13:29 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pedagang Kaki Lima (PKL) anggota paguyuban PKL citywalk Solo mendorong gerobak dagangan mereka saat acara boyongan penataan PKL di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/4). Para PKL tersebut selanjutnya akan menempati shelter P

Solo, Antara - Pemerintah Kota Surakarta akan merelokasi ribuan pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market yang berjualan di Kompleks Lapangan Manahan setelah Lebaran.

"Sampai saat ini Pemkot Surakarta masih menggodok lima lokasi alternatif untuk menampung pedagang tersebut," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Pemkot Surakarta belum menetapkan keputusan untuk memindahkan PKL ke kawasan Alun-alun Selatan atau Alun-alun Kidul (Alkid), meski pemkot sebelumnya telah melakukan survei dan berkoordinasi dengan pihak Keraton Kasunanan Surakarta terkait rencana pemindahan PKL ke kawasan tersebut.

Ia mengatakan ada lima tempat alternatif yang dibidik pemkot sebagai lokasi penampungan PKL Sunday Market, yakni kawasan Car Free Day (CFD) Jl Ir Juanda, Bumi Perkemahan Jurug, lapangan Mojosongo, Pedaringan, dan lapangan Pura Mangkunegaran.

"Ya semua lokasi alternatif masih dikaji. Kalau menemukan lokasi yang cocok, nanti langsung dipindah," kata FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy.

Rudy memastikan keberadaan PKL Sunday Market akan dipindah dalam satu lokasi, dan hal itu segera disosialisasikan kepada pedagang terkait rencana pemindahan jika Pemkot telah menetapkan lokasinya.

Ia meminta pedagang menerima keputusan pemkot yang akan merelokasi usaha mereka ke tempat lain.
"Kami hanya ingin mengembalikan fungsi Stadion Manahan untuk sarana berolahraga. Karena banyak keluhan yang masuk ke kami, kotor dan lain sebagainya setelah Sunday Market," katanya.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Surakarta, Subagiyo, mengatakan DPP telah menyelesaikan pendataan PKL Sunday Market Manahan.

Data sementara tercatat 1.539 pedagang yang beraktivitas setiap Minggu pagi di Manahan.

Ia mengatakan data tersebut masih bisa berubah mengingat jumlah pedagang sangat banyak.

Selain itu, dimungkinkan saat pendataan, pedagang tidak berjualan. Mereka berjualan aneka ragam dagangan, seperti perabot rumah tangga, pakaian, pertukangan, kuliner, buah dan sayur maupun mebel.

"Nanti pemindahan pedagang dari kawasan Manahan ke lokasi lain perlu kehati-hatian. Selain mempertimbangkan jumlah PKL yang cukup banyak, juga melihat aspek sosial, budaya, ekonomi, dan kelancaran lalu lintas di lokasi baru. Kami juga melihat luas lahan yang akan ditempati. Kebijakan penetapan lokasi nanti tetap ditangan Wali Kota," katanya.



Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026