
Petani Lereng Sumbing Mulai Tanam Tembakau

Temanggung, Antara Jateng - Para petani di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai menanam tembakau sebagai bahan baku rokok kretek.
Bawon (42), petani Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, di Temangung, Rabu, mengatakan bahwa tanam tembakau biasanya mulai akhir Maret. Namun, untuk musim tanam ini terpaksa mundur karena curah hujan masih relatif cukup tinggi di akhir Maret lalu.
"Sebenarnya, curah hujan di awal April ini juga masih tinggi, tetapi sudah berkurang dibanding akhir Maret lalu," katanya.
Menurut dia, penanaman tembakau masih bisa ditangguhkan lagi. Akan tetapi, untuk lahan yang berada di atas ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut tetap harus dilakukan karena pertumbuhan tanaman tembakau di lahan itu lebih lambat daripada lahan yang berada di bawah ketinggian tersebut.
"Pertumbuhannya berbeda dengan lahan yang berada di bawah. Meskipun curah hujan masih cukup tinggi, kami tetap harus mulai tanam," katanya.
Sutopo, petani Desa Lamuk Legok, Kecamatan Tlogomulyo, mengatakan bahwa risiko menanam tembakau pada saat curah hujan masih tinggi memang sangat besar. Untuk itu, saat ini sebagian besar petani menyiasati dengan menanam bibit tembakau di plastik polybag terlebih dahulu.
Dengan metode itu, menurut dia, tingkat kematian bibit tembakau saat ditanam bisa lebih kecil karena sebelum ditanam di lahan bibit tembakau ini sudah lebih tahan terhadap guyuran hujan.
"Biasanya jika ditanam langsung ketika diguyur hujan deras akan ambruk. Akan tetapi, kalau di plastik polybag terlebih dahulu, bibit tembakau akan lebih tahan," katanya.
Ia berharap cuaca pada masa tanam tembakau kali ini bisa mendukung pertumbuhan tanaman tembakau sehingga bisa menghasilkan kualitas tembakau bagus.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
