
Tarik Wisatawan, Telaga Merdada Banjarnegara Diminta Dibenahi

"Kondisi Telaga Merdada saat ini perlu ditata agar potensi pariwisatanya dapat tergarap optimal," katanya saat meninjau Objek Wisata Telaga Merdada di Kabupaten Banjarnegara, Kamis.
Ganjar menjelaskan bahwa penataan Objek Wisata Telaga Merdada yang saat ini dalam kondisi kurang terawat itu, bisa dilakukan dengan melibatkan semua pihak terkait, termasuk masyarakat setempat.
Menurut dia, di sekitar Telaga Merdada dapat ditanami beberapa jenis tumbuhan, seperti akasia, kopi, bambu, dan umbi-umbian, sedangkan di lerengnya ditanami timbuhan keras sebagai upaya konservasi.
"Saya sudah minta Dinas Kehutanan Jateng untuk menanami tumbuhan di sekitar Telaga Merdada pada awal Maret 2016, mumpung ini masih musim hujan," ujarnya.
Ganjar juga mengaku sudah mengoordinasikan rencana penataan Objek Wisata Telaga Merdada dengan kepala daerah setempat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jateng, dan Dinas Kehutanan.
Telaga Merdada merupakan danau terluas di kawasan Dataran Tinggi Dieng itu, memiliki keunikan berupa tidak ada sumber air dan seluruh air yang menggenangi telaga berasal dari hujan.
Luas Telaga Merdada mencapai 25 hektare dan dikelilingi oleh dua bukit, yaitu Bukit Pangonan serta Bukit Semurup.
Sehari-hari, air yang ada Telaga Merdada digunakan para petani kentang dan kubis untuk mengairi areal sawahnya masing-masing.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, potensi objek wisata di 35 kabupaten/kota saat ini, tercatat 417 lokasi yang terdiri atas 132 lokasi wisata alam, 88 lokasi wisata budaya, 105 lokasi wisata buatan, 21 lokasi wisata minat khusus, dan wisata lain-lain 71 lokasi.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
