Logo Header Antaranews Jateng

Sastra Guru Berkembang di Jateng

Sabtu, 3 Oktober 2015 15:48 WIB
Image Print
Peluncuran dan bedah buku antologi cerita pendek "Seikat Senja Seikat Cerita", karya 27 guru berbagai mata pelajaran yang diprakarsai Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kota Magelang, Sabtu (3/10). (Hari Atmoko/dokumen).

"Sekarang di Jawa Tengah, sebagian besar pengarang sastra baik berbahasa Jawa maupun Indonesia, adalah kalangan guru," katanya di Magelang, Sabtu.

Pardi mengatakan hal itu, di sela peluncuran buku antologi cerita pendek "Seikat Senja Seikat Cerita", karya 27 guru berbagai mata pelajaran yang diprakarsai Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kota Magelang.

Perkembangan sastra di kalangan guru tersebut, katanya, berbeda dengan provinsi lain yang pada umumnya dilakukan oleh kalangan penyair murni.

Ia menjelaskan guru memiliki potensi kemampuan menulis yang pada masa mendatang dapat terus dikembangkan sehingga mereka bisa menjadi penulis sastra.

"Boleh dikata sastra guru," katanya dalam acara yang juga dihadiri Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Sumartono.

Pada kesempatan itu, Pardi menyebut kalangan guru yang mengembangkan kemampuan dalam dunia sastra, seperti di Kabupaten Kudus, Cilacap, Kota Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Ia mengemukakan pentingnya pemikiran cerdas kalangan guru dituangkan dalam wujud karya tulis ilmiah dan sastra atau fiksi.

Pada masa lalu, katanya, karya sastra mendapat tempat yang baik di media massa, sedangkan saat ini berkembang pula sastra buku. Para penulis menerbitkan karya sastra mereka menjadi buku, seperti halnya prakarsa MGMP Bahasa Indonesia Kota Magelang itu.

"Ini benih-benih kepengarangan di kalangan guru, ada juga melalui komunitas-komunitas penulis. Sekarang lebih banyak mereka menerbitkan sendiri buku-buku sastra berisi karya mereka untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat," katanya.

Peluncuran antologi cerpen "Seikat Senja Seikat Cerita" di aula SMA Negeri 4 Magelang itu juga ditandai dengan bedah buku tersebut oleh penulis dan dosen Universitas Diponegoro Semarang Triyanto Triwikromo, sedangkan Pardi Suratno menjadi narasumber bedah buku cerpen pilihan Kompas pada 2014, berjudul "Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon".



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026