
Warga Korban Longsor Segera Nikmati Hunian Tetap

"Kalau melihat kemajuan yang dicapai hingga saat ini, saya optimistis pembangunannya selesai sebelum jatuh tempo pada 28 Juni 2015," katanya di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis.
Ia mengatakan bahwa hunian tetap bagi 27 keluarga korban longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, berupa rumah tipe 36 dengan target anggaran sebesar Rp87 juta per unit yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan dana masyarakat.
Menurut dia, pada lahan relokasi di Dusun Suren, Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, telah dilengkapi dengan masjid, jalan, selokan, dan kandang kambing komunal.
Akan tetapi, kata dia, jaringan listrik untuk 27 rumah yang masing-masing pembangunannya telah mencapai kisaran 40-70 persen itu belum terpasang.
Oleh karena itu, Hadi mempersilakan jika ada donatur yang bersedia menanggung pemasangan listrik untuk 27 rumah dan fasilitas umum lainnya.
"Tanah untuk relokasi yang beli daerah sedangkan pembangunan rumah dibiayai bersama. Dari pusat Rp20 juta, provinsi Rp15 juta, dan sisanya dari dana masyarakat," jelasnya.
Menurut dia, kepemilikan rumah-rumah itu sudah diundi pada Selasa (26/5) sehingga setiap rumah sudah jelas pemiliknya.
Terkait lokasi longsoran, dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan meskipun pemerintah mengarah apapun pemanfaatannya asalkan dijadikan lahan konservasi.
Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada Jumat, 12 Desember 2014, sekitar pukul 17.30 WIB, menimbun sekitar 35 rumah warga.
Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.
Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga Minggu (21/12) sebanyak 95 jenazah berhasil ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.
Selanjutnya, enam jenazah korban longsor Dusun Jemblung ditemukan petugas gabungan secara bertahap di tempat terpisah sehingga secara keseluruhan jumlah jenazah yang ditemukan mencapai 101 orang.
Hingga saat ini, sebanyak 27 keluarga korban longsor yang selamat menempati hunian sementara berupa rumah-rumah warga yang disewa oleh Pemkab Banjarnegara.
Akan tetapi pada Minggu (24/5), sekitar pukul 10.00 WIB, longsor kembali terjadi meskipun tidak sampai menjangkau ruas jalan utama penghubung Banjarnegara dan Karangkobar.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
