Hindari Jalan di Semarang Ini Selama Dugderan
Jumat, 5 Juli 2013 14:18 WIB
Para peserta Karnaval Dugderan membawa maskot karnaval berupa patung hewan imajiner Warak Ngendok, saat melintas di Jalan Pemuda Semarang, Jateng, Kamis (19/7). Karnaval Dugderan merupakan tradisi khas warga Kota Semarang yang digelar untuk menyambut
"Sebagian ruas jalan ditutup pada saat karnaval seni dan budaya Dugderan," kata Kepala Humas Pemkot Semarang Achyani di Semarang, Jumat.
Untuk karnaval pada Minggu yang diikuti siswa TK, SD/MI, dan SMP/MTS sederajat dimulai di Lapangan Simpanglima pukul 06.30 WIB, sehingga penutupan jalannya mengikuti acara "car free day".
Karnaval anak dari Lapangan Simpanglima yang diikuti sekitar 8.000 anak tersebut akan melewati rute dari Lapangan Simpanglima menuju menuju Jalan Pahlawan kemudian belok di Kantor Gubernur dan berakhir di SMA 1 Semarang Taman KB.
Sementara untuk karnaval seni budaya Dugderan untuk umum pada Senin (8/7) akan melewati rute berbeda dengan karnaval hari Minggu (7/7), bahkan acaranya akan dipusatkan di tiga tempat yakni Balai Kota Semarang, Masjid Agung Semarang (Kauman), serta Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Acara di Halaman Balai Kota Semarang direncanakan dimulai pukul 12.30 WIB dan akan diikuti sekitar 4.788 peserta yang terdiri atas pasukan jalan kaki, pasukan berkuda, pasukan kereta kencana, bendi hias, serta mobil hias warak.
Mobil hias warak tersebut rencananya melewati jalan pemuda, Jalan Gajahmada, Simpanglima, Jalan Ahmad Yani, Jalan Brigjen Sudiarto, Jalan Gajah, dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah.
"Penutupan jalan akan dilakukan pada Senin (8/7) pukul 10.00 WIB di sepanjang jalan Pemuda yakni mulai dari Tugu Muda sampai depan Hotel Metro, Kawasan Johar," katanya.
Pemkot Semarang mengimbau kepada masyarakat dapat menghindari rute yang dilalui karnaval seni dan budaya Dugderan serta dapat melewati rute lain seperti Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Mpu Tantular.
Achyani menambahkan bahwa acara utama Dugderan juga akan dilaksanakan di Masjid Kauman yakni prosesi penyerahan Sukuf Halakoh dari Kyai Tafsir Anim kepada Plt Wali Kota Semarang selaku Kanjeng Bupati RMT Aryo Purbaningrat dan dilanjutkan penyerahan shukuf kepada Gubernur Jawa Tengah selaku RMT Probo Hadikusumo untuk diumumkan kepada seluruh masyarakat di MAJT.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026