Petani Mataraman Tuntut Janji Kampanye SBY
Kamis, 17 Januari 2013 15:34 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto ANTARA)
Tuntutan kepada Presiden tersebut akan disampaikan ke Istana Presiden di Jakarta dengan melakukan "long march" dimulai dari Blitar, Jawa Timur, terus Jawa Tengah sejak 11 Januari 2013 dan singgah di beberapa daerah sebelum sampai ke Jakarta, kata Koordinator FPPM Mohammad Triyanto di sela-sela aksi tersebut di Bundaran Geladag Solo.
"Hari ini kami sampai pada hari ketujuh dan singgah di Kota Solo. Tujuan kami ke Jakarta adalah menuntut janji-janji SBY saat kampanye dulu yang pernah mengatakan akan mendistribusikan lahan seluas 9,25 juta hektare kepada petani miskin," katanya.
Namun, lanjutnya, janji tersebut hanya omong kosong, dan petani hanya dijadikan tumbal politik. Masalah tanah untuk rakyat sebenarnya juga telah diamanahkan dalam Tap MPR No IX tahun 2001 tentang Pembaharuan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.
Dikatakan janji kampanye SBY saat Pemilu Presiden (Pilpres) lalu jika terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya akan segera mendistribusikan tanah seluas 9,25 juta hektare untuk petani miskin yang kemudian dituangkan dalam Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN).
Mengenai janji tersebut tidak hanya itu saja, lanjutnya, bahkan sampai saat ini konflik yang menyangkut masalah agraria juga masih terjadi dan pemerintah tidak mampu menyelesaikannya.
Seperti di perkebunan Sumber Sari Petung di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Serta masih ada beberapa kawasan konflik lainnya yang berada di wilayah Mataraman. Dengan dasar tersebut, FPPM menuntut kepada pemerintah untuk segera melaksanakan pasal 33 UUD 1945 dan UU Pokok Agraria 1960 dengan tindakan nyata.
"Kami juga menuntut SBY untuk melaksanakan janji politiknya saat kampanye. Selain itu, kami juga meminta kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menetapkan status tanah bekas perkebunan yang telah berakhir masanya dan dikembalikan kepada rakyat untuk menjadi sumber penghidupan rakyat miskin," katanya.
Massa setelah melakukan aksinya dari di Bundaran Gladag Solo terus berjalan kaki menuju Kantor Balai Kota Surakarta. Di Balai Kota, massa ditemui Staf Ahli Wali Kota Surakarta Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Agustaf.
Menurut Agustaf, pihaknya mendukung aksi para petani tersebut untuk menagih janji Presiden SBY.
Ratusan petani yang berasal dari beberapa wilayah Mataraman, seperti Blitar dan Kediri tersebut, menargetkan dalam 25 hari perjalanan mereka telah sampai ke Jakarta untuk menyampaikan tuntutannya. Selain Kota Solo, beberapa wilayah yang disinggahi adalah Kabupaten Sragen, Salatiga, dan Semarang.
Pewarta : Joko Widodo
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Pemkab Kudus berkomitmen perkuat tata kelola desa yang transparan dan akuntabel
29 May 2026 20:27 WIB