Program Java Tetap Rawan Diretas
Rabu, 16 Januari 2013 12:10 WIB
Pakar kemanan jaringan Internet Poland's Security Explorations, Adam Gowdiak, seperti dilansir Reuters, menyebut pembaruan Java dari Oracle masih tetap meninggalkan sejumlah celah keamanan.
"Kami tidak berani mengatakan kepada para pengguna bahwa telah aman untuk menggunakan kembali Java," kata Gowdiak.
Pada Kamis (10/1), Computer Emergency Readiness Team dari U.S. Department of Homeland Security meminta para pengguna komputer untuk mematikan fungsi Java pada perangkat mereka.
Tim itu menyebut piranti lunak Java mempunyai bug yang menjadi celah pencurian indentitas ataupun bagi kejahatan lain siber seperti akun perbankan.
Oracle, pada Minggu (13/1), mengklaim telah memperbarui celah keamanan pada Java versi 7 untuk perambahan Internet.
Oracle juga menyebut celah keamanan hanya terjadi pada Java versi terbaru atau Java 7dan versi Java untuk piranti lunak perambahan
Pewarta : -
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi
13 June 2026 18:42 WIB
Hemat limbah pembangunan, mahasiswa UMS raih prestasi National Tender Competition
24 May 2026 15:02 WIB
Inovasi sampo antiketombe berbasis jeruk nipis, tim UMS raih Silver Medal JISF 2026
02 May 2026 14:40 WIB
Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia
29 April 2026 10:15 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi
13 June 2026 18:42 WIB
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB