
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi

Solo (ANTARA) - Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pameran proyek Internet of Things (IoT) di Hall Auditorium Moh. Djazman UMS Solo, Jawa Tengah, Kamis (11/6).
Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa semester 6 untuk mempresentasikan proyek akhir mata kuliah Internet of Things kepada dosen, mahasiswa, dan penguji eksternal.
Dosen pengampu mata kuliah Jan Wantoro, S.T., M.Eng., P.hD., menyampaikan melalui kegiatan ini, PTI UMS mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori Internet of Things, tetapi juga mampu menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Pameran proyek IoT diharapkan menjadi wadah pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi yang terus berkembang setiap tahunnya,” ujarnya, Sabtu.
Suasana pameran berlangsung interaktif. Sebanyak 16 kelompok menjelaskan cara kerja alat, penggunaan sensor, integrasi mikrokontroler, hingga manfaat yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari maupun sektor industri.
Ragam proyek yang dipamerkan seperti penyiraman tanaman otomatis, mengatur penyiraman berdasarkan kondisi lingkungan, pakan cupang otomatis, menjadwalkan pemberian pakan secara otomatis, parkir dan presensi digital, serta memanfaatkan sensor dan identifikasi otomatis. Selain itu terdapat proyek monitoring tandon dan blower kandang, dan inovasi untuk mengontrol peralatan berdasarkan data sensor secara real time.
Seluruh proyek dinilai oleh dosen PTI UMS serta dosen dari luar program studi. Selain penilaian resmi, mahasiswa pengunjung juga diberi kesempatan memberikan suara untuk proyek yang dianggap paling inovatif dan bermanfaat.
Salah satu kelompok dengan inovasi Smart Plant Monitoring & Automatic Watering System disebutkan sebagai produk IoT terbaik. Mahasiswa PTI UMS Shandy Yusril Fadlullah mengatakan bahwa produk itu dapat memantau suhu udara, suhu tanah, dan kelembapan tanah secara real time.
“Sistem ini memungkinkan pengguna memantau kondisi tanaman secara real time sekaligus mengatur penyiraman secara manual maupun otomatis. Sensor yang digunakan dapat membaca suhu udara, suhu tanah, dan kelembapan tanah, sehingga penyiraman dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman,” jelas Shandy.
Pameran ini mendapatkan antusias yang tinggi baik dari mahasiswa PTI maupun dari bidang lainnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
