Banyumas (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengharapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat memperkuat ekonomi desa sekaligus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

"KDKMP nantinya bukan hanya sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga menjadi kekuatan ekonomi rakyat sekaligus akselerator modernisasi tata kelola ekonomi desa," katanya saat menghadiri peresmian operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen mengawal pelaksanaan program strategis nasional tersebut melalui sinergi lintas sektor agar koperasi mampu berkembang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Menurut dia, di Banyumas saat ini terdapat 30 KDKMP yang telah memperoleh dukungan kendaraan operasional berupa mobil pikap dan kendaraan roda tiga untuk menunjang aktivitas usaha dan distribusi.

"Bantuan ini bukan untuk kepentingan bisnis pribadi, tetapi untuk menyukseskan operasional KDKMP agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," katanya.

Selain dukungan sarana, kata dia, para pengelola koperasi juga telah mengikuti pelatihan dan pendampingan agar memiliki kapasitas, profesionalitas, dan kemampuan manajerial.

"Jadikan KDKMP sebagai sarana yang benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat, sehingga perputaran ekonomi dapat tumbuh dan berkembang di desa itu sendiri," kata Bupati Sadewo.

Sementara itu, Komandan Komando Resor Militer 071/Wijayakusuma Kolonel Infanteri Lukman Hakim mengatakan Banyumas menjadi salah satu daerah yang dipilih dalam peresmian nasional karena pembangunan fasilitas KDKMP di Desa Kaliori telah selesai 100 persen.

"Desa Kaliori menjadi salah satu titik yang diresmikan hari ini (16/5) karena pembangunannya telah selesai 100 persen dan hasilnya dinilai sangat baik," katanya.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI, hingga berbagai pihak yang bersama-sama mengawal proses pembangunan.

Ia mengharapkan koperasi yang telah diresmikan dapat benar-benar berjalan dan dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun mengembangkan potensi ekonomi lokal.

"Kami yakin program ini berjalan pada jalur yang benar sesuai arahan Bapak Presiden, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," kata Lukman.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan capaian bersejarah karena untuk pertama kalinya lebih dari seribu koperasi diresmikan secara serentak dengan fasilitas, sistem, logistik, dan sumber daya yang siap beroperasi.

"Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi. Ini prestasi bagi bangsa Indonesia," katanya.

Presiden mengatakan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi desa karena mampu memperpendek rantai distribusi, menekan biaya logistik, dan membuka akses pasar bagi hasil pertanian maupun produk masyarakat desa.

"Petani dari dulu masalahnya sama, modal dan hasil panen sulit dipasarkan. Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pikap sendiri, sehingga tidak tergantung kepada siapa pun untuk menyalurkan hasil panennya," kata Prabowo.

Kepala Negara mengatakan pemerintah menargetkan jumlah koperasi yang siap dioperasikan terus bertambah hingga sedikitnya 20 ribu unit pada Agustus 2026.

"Kita tidak boleh jadi bangsa yang kalah, kita harus jadi bangsa yang menang," kata Presiden.