Temanggung (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengutamakan calon siswa baru Sekolah Rakyat (SR) 2026 anak putus sekolah dari keluarga miskin ekstrem atau masuk dalam kategori desil 1 dan 2.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Umi Lestari Nurjanah di Temanggung, Rabu, menyampaikan langkah ini bertujuan untuk menjaring anak-anak yang berisiko putus sekolah karena terkendala biaya agar tetap mendapatkan pendidikan.
"Desil 1 sampai 2 itu kan statra-nya miskin yang ekstrem. Bahkan arahan dari pusat itu sasarannya bagi anak yang putus sekolah di keluarga kategori desil 1 sampai 2, agar anak-anak itu bisa ditarik ke Sekolah Rakyat," katanya.
Ia menyebutkan, di Temanggung ini terdapat 13.757 anak dari keluarga desil 1 dan 2 yang akan masuk jenjang pendidikan SLTA.
Namun demikian, katanya pada tahun ajaran 2026/2027 ini Temanggung hanya mendapat kuota 60 anak atau dua rombongan belajar berjumlah 60 anak.
"Itupun nanti siswa tahun ajaran 2026/2027 akan dititipkan di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, karena pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Temanggung belum dibangun karena masih terkendala pembebasan lahan," katanya.
Ia mengatakan, pada tahun ajaran tahun 2025/2026 kemarin, Sekolah Rakyat di Kabupaten Temanggung mendapat kuota 125 anak untuk jenjang SMA, dan saat ini masih menumpang di Gedung Sentra Terpadu Kartini Temanggung.
Baca juga: Pemkab Temanggung lakukan penyelesaian sosial untuk lahan Sekolah Rakyat