Solo (ANTARA) - terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui berbagai program kolaboratif di tingkat global.
Salah satunya diwujudkan melalui partisipasi tujuh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS dalam kegiatan International Leadership Mobility Program di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), pada 3-10 Mei 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya UMS mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus meningkatkan kompetensi global di bidang komunikasi dan kepemimpinan.
Selama mengikuti kegiatan di Malaysia, mahasiswa mendapatkan berbagai materi pengembangan kapasitas, mulai dari penulisan esai internasional, public speaking, hingga pelatihan riset ilmiah. Tidak hanya bersifat teoritis, seluruh materi juga dikemas dalam bentuk kompetisi bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi lain.
Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi UMS Kelas Internasional Riski Apriliani, S.I.Kom., M.A., menyampaikan program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan kelas internasional di lingkungan Prodi Ilmu Komunikasi UMS.
“Program ini menjadi langkah awal yang sangat penting bagi kelas internasional kami. Kami berharap kegiatan student mobility ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga semakin banyak mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS yang memiliki kesempatan belajar dan mendapatkan pengalaman akademik di luar negeri,” ujarnya, Kamis.
Menurut Riski, kolaborasi dengan USIM memiliki nilai lebih karena tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan kepemimpinan mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif.
“Materi leadership menjadi salah satu kekuatan utama dalam program ini. Hal ini penting untuk membekali mahasiswa, tidak hanya dalam memimpin orang lain, tetapi juga dalam mengelola diri sendiri sebagai individu yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan global,” jelasnya.
Dalam kurun waktu tujuh hari, mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas akademik dan pengembangan diri secara intensif. Selain pembelajaran di kelas internasional dan praktik penulisan riset, peserta juga terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional.
Riski menambahkan!pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi di lingkungan multikultural.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan semangat belajar mahasiswa yang mengikuti program ini. Harapannya, mereka dapat menjadi representasi yang baik bagi UMS serta membawa pulang pengalaman dan wawasan yang dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya,” tutupnya.
Melalui program mobilitas internasional ini, UMS menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta siap menghadapi dinamika dunia kerja dan akademik internasional.