Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen merasakan pengalaman perdananya melakukan atraksi tandem paralayang di kawasan Curug Sewu, Kabupaten Kendal, Sabtu.

"Pengalaman pertama ini, memuaskan dan memacu andrenalin," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, usai melakukan atraksi paralayang.

Menurut dia, upaya yang dilakukan itu sekaligus untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Jateng, apalagi Curug Sewu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi sport tourism, khususnya olahraga paralayang.

Ia berharap aktivitas tandem paralayang ini bisa dibuka setiap hari, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membantu pendapatan UMKM di sekitar lokasi.

Adanya aktivitas paralayang di Curug Sewu, kata dia, akan menambah destinasi wisata di Jateng, sekaligus menyambut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah tahun 2027, yaitu wisata dan ekonomi syariah.

Paralayang, lanjut dia, akan menjadi daya tarik, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, terlebih saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Bandara Ahmad Yani ke Singapura maupun Malaysia. Bahkan, tengah digagas dari Thailand.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin meminta agar wisata di Kendal juga dikolaborasikan dengan daerah sekitarnya, sebab semakin banyak objek yang ditawarkan maka wisatawan akan semakin lama tinggal di Jateng.

Ia mengapresiasi objek wisata Curug Sewu yang sangat representatif, dengan suasana yang asri didukung dengan keindahan alam serta kebersihannya.

Sementara itu, Official Curug Sewu Paralayang Achmad Trisno berharap kehadiran Wagub Jateng di tengah atraksi terbang Paralayang Curug Sewu menjadikan tempat wisata tersebut lebih dikenal masyarakat luas.

"Kami mewakili teman-teman pilot, sangat senang karena kedatangan bapak yang antusias. Apalagi nyoba terbang. Di luar ekspektasi. Kebetulan cuaca juga cerah. Pesan dari bapak (Wagub), agar kegiatan tandem paralayang bisa dilakukan setiap hari," bebernya.

Dia menambahkan, kelebihan Curug Sewu Paralayang adalah pengalaman terbang di atas air terjun menjadi menjadi daya tarik yang belum dijumpai di tempat lain.

Salah satu atlet dari Surakarta yang menjajal Curug Sewu Paralayang, Trissa Flora Tehupeiory sangat terkesan dengan keindahan alamnya.

"Seru banget, pemandangannya curug, apalagi tadi ada pelangi," kata mahasiswi yang sudah menekuni solo paralayang sejak tahun 2024 itu.

Baca juga: Jateng matangkan persiapan MTQ Nasional 2026