Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena mengusulkan agar kostum-kostum yang ditampilkan pada pergelaran Semarang Night Carnival (SNC) bisa dipamerkan sebagai daya tarik wisata.
"Saya ingin mengusulkan ke Ibu Wali kota untuk beberapa ruang 'idle' di kota ini dijadikan semacam 'galeri' dari karya-karya SNC," katanya, di Semarang, Rabu.
Hal tersebut disampaikannya di sela penjurian peserta SNC 2026 menyambut Hari Jadi Ke-479 Kota Semarang, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.
Menurut dia, pameran kostum SNC bisa menjadi salah satu upaya meningkatkan citra pariwisata Kota Semarang, sekaligus mengurangi sampah yang dihasilkan.
"Jadi, ini menurut saya sebuah langkah yang baik ke depan. Jadikan kostum-kostum dari karnaval ini sebagai objek 'urban tourism'. Ya, di mana hal ini belum dilakukan di kota mana pun," katanya.
Ia mengatakan nantinya pameran kostum karnaval itu juga bisa menjadi objek wisata baru di Kota Semarang yang menarik kunjungan pelancong.
"Klaim segera ya untuk menjadi sebuah objek 'tourism' baru di Kota Semarang," kata Samuel yang dikenal sebagai desainer tersebut.
Diakuinya, selama ini Kota Semarang memang dikenal sebagai kota dagang, tetapi bukan berarti stigma tersebut mengecilkan potensi lain yang bisa dikembangkan.
"Karena kenyataannya di Semarang ini kebudayaan kan berkembang, dan multietnik ini makin menonjol. Yang Arab, yang Cina, dan lain-lainnya," katanya.
Potensi multietnis tersebut perlu dikonsep sedemikian rupa sehingga orang-orang tidak lagi mengenal Kota Semarang hanya sebagai kota dagang, melainkan juga kota pariwisata, kota ekonomi kreatif, dan UMKM
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari menyambut positif usulan tersebut, apalagi sesuai dengan tema SNC 2026, yakni "Miracle of Recycle".
Ia menjelaskan bahwa kostum karnaval untuk SNC 2026 memang dibuat dari bahan-bahan yang tidak terpakai, limbah atau sampah yang selama ini justru dibuang ke tempat sampah.
"Tapi harapannya memang betul. Bahwa setelah menjadi kostum jangan sampai menjadi sampah kembali. Nah, ini yang sudah kami pikirkan," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya berencana membuat semacam ruang pamer untuk beberapa kostum yang digunakan saat SNC dari tahun ke tahun.
"Mungkin kami nanti akan mempunyai ruang 'display' untuk beberapa kostum, dan tidak hanya dari tahun ini. Tapi juga prototipe dari tahun-tahun sebelumnya. Karena ini sudah tahun yang ke-14," kata Iin, sapaan akrabnya.