Logo Header Antaranews Jateng

Samuel: Publikasi pergelaran budaya lokal perlu diperluas melalui medsos

Minggu, 29 Maret 2026 10:59 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena. ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena menilai publikasi pergelaran budaya lokal di suatu daerah perlu semakin diperluas melalui media sosial.

"Seperti (pertunjukan, red.) Mahakarya Goa Kreo. Saya senang sekali bahwa pementasannya dalam bahasa Indonesia," katanya, di Semarang, Sabtu.

Pergelaran Mahakarya Goa Kreo merupakan pertunjukan budaya yang digelar dengan mengangkat legenda objek wisata itu yang berkaitan erat dengan perjalanan Sunan Kalijaga.

Ia mengapresiasi karena pergelaran itu melibatkan orang dalam jumlah banyak, baik dari masyarakat sekitar, masyarakat umum, dan kalangan profesional.

"Dan juga animo masyarakat juga begitu besar. Ini kan menunjukkan bahwa sesuatu tradisi ini sebetulnya sangat layak untuk tetap dipertahankan keberadaannya," katanya.

Jika di negara lain, kata dia, pertunjukan seperti itu biasanya dikemas dengan perpaduan teknologi, tetapi pergelaran lokal juga tidak kalah meski teknologinya masih terbatas.

"Di sini memang juga karena keterbatasan, tapi ternyata segala keterbatasan di dalam ketradisian ini tetap bisa menonjol," katanya.

Artinya, kata dia, pertunjukan kesenian lokal juga tidak kalah pertunjukan kesenian di negara-negara lain karena masing-masing memiliki keunikan.

"Nah, tinggal mempublikasikan acara seperti ini seharusnya dengan media sosial. Ini bisa jauh lebih besar, mungkin tidak harus dalam tataran 'streaming'," katanya.

Namun, kata dia, pertunjukan kebudayaan lokal tersebut bisa ditonton luas tidak hanya oleh lingkungan masyarakat sekitar, seperti Mahakarya Goa Kreo juga disaksikan di luar warga Gunungpati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari menjelaskan bahwa Mahakarya Goa Kreo merupakan satu rangkaian dengan tradisi Sesaji Rewanda.

Pergelaran Mahakarya Legenda Goa Kreo berlangsung pada Jumat (27/3) malam di Plaza Kandri, dilanjutkan puncaknya dengan ritual tahunan Sesaji Rewanda di Obyek Wisata Goa Kreo pada Sabtu.

Melalui Mahakarya Goa Kreo, Pemerintah Kota Semarang memberi ruang bagi kreativitas generasi muda untuk merepresentasikan legenda secara artistik.

Sedangkan melalui Sesaji Rewanda, berupaya membumikan kembali nilai-nilai spiritual dan rasa syukur kepada Sang Pencipta melalui penghormatan terhadap alam.

Baca juga: Legislator dorong desa wisata menyajikan pariwisata berbasis pengalaman



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026