Kudus (ANTARA) - Perusahaan swasta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, turut berpartisipasi dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem dengan menggelontorkan Rp8,9 miliar untuk memperbaiki 128 unit rumah warga yang tidak layak huni (RTLH) menjadi layak huni.
"Kami atas nama Pemkab Kudus menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi PT Djarum dan Polytron yang sudah peduli pada masyarakat Kabupaten Kudus. Apalagi, jumlah rumah tak layak huni di Kudus masih cukup banyak, sehingga adanya program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti dari swasta tentu sangat membantu mengurangi," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di sela-sela penyerahan secara simbolis penerima bantuan rumah sederhana layak huni (RSLH) di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis.
Acara tersebut, turut dihadiri General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, Finance Director PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) Guido One Tuwan, jajaran pemerintah kabupaten bersama dinas terkait, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan dari kecamatan dan desa setempat.
Menurut dia program RSLH ini merupakan bentuk sinergi yang efektif antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan sinergi ini mampu memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada dalam kondisi rentan. Selain meningkatkan derajat masyarakat, program RSLH ini langsung menyentuh masyarakat. Secara tidak langsung, juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi," ujarnya.
Bupati juga mengingatkan para penerima manfaat agar menjaga dan merawat rumah yang telah diberikan.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto menyampaikan penyerahan RSLH kepada 128 warga Kudus merupakan wujud kontribusi berkelanjutan perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa momentum 75 tahun perjalanan PT Djarum menjadi refleksi sekaligus penguat komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat, dengan menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata, termasuk penyediaan hunian layak serta mendorong pembangunan Kota Kudus menjadi lebih maju dan berkelanjutan.
"Melalui program ini, kami berharap dapat menghadirkan hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga dibangun dengan standar aman, nyaman, dan sehat. Desain hunian disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, serta dilengkapi dengan pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan, dan sanitasi yang baik," ujarnya.
Menurut Budiharto keberhasilan program RSLH juga tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Dengan sinergi yang terjalin, diharapkan hunian yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Program RSLH ini, kata dia, menerapkan intervensi menyeluruh sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya dalam proses pembangunan, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari penguatan nilai gotong royong.
Finance Director PT Hartono Istana Teknologi Guido One Tuwan menambahkan keikutsertaan perusahaan dalam program ini sejalan dengan nilai inti perusahaan yang menempatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian penting dari perjalanan bisnis.
"Kami ingin keberadaan kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui program RSLH 2026, kami berharap rumah yang lebih layak dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta menjadi titik awal bagi kehidupan yang lebih baik bagi para penerima," ujarnya.
Renovasi 128 rumah di Kabupaten Kudus ini merupakan partisipasi dari PT Djarum sebanyak 72 rumah dan 56 rumah dari Polytron. Tak hanya itu, sepanjang 2026 keduanya juga menargetkan untuk merenovasi dan membangun ulang 492 rumah di kota-kota di Jawa Tengah, seperti Brebes, Wonogiri, Salatiga, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.
Sejak 2022-2025, program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang dijalankan PT Djarum telah merealisasikan 626 hunian yang tersebar di berbagai wilayah, meliputi Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, hingga Purbalingga.
Kartijo, warga Desa Margorejo yang menjadi salah satu penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan rumah ini. Sehingga dirinya yang merupakan tukang pijat bisa memberikan kenyamanan para pelanggan karena rumahnya bersih dan rapi di banding sebelumnya.
"Sekarang aman dari bocor ketika hujan. Makin nyaman juga karena sudah bersih dan rapi, pelanggan tentu semakin nyaman," ujarnya.