Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memastikan jalur poros tengah yang melintasi wilayahnya siap dilintasi kendaraan pemudik pada arus mudik Lebaran 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung Khamim Gunardi di Temanggung, Minggu mengatakan, jalur poros tengah tersebut menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan di jalur utama Pantura maupun jalur selatan Jawa yang menghubungkan Jakarta dan Jawa Barat menuju Yogyakarta hingga Jawa Timur.
"Kami dari DPUPR Temanggung telah menyelesaikan perbaikan jalan, baik jalan nasional yang dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan pusat maupun jalan kabupaten. Pada 14 Maret kemarin seluruh perbaikan jalan yang menjadi jalur alternatif mudik telah selesai," katanya.
Ia menyampaikan, selain perbaikan jalan, penataan marka jalan serta pemasangan papan petunjuk arah juga telah dilakukan guna memastikan jalur aman dan nyaman dilintasi kendaraan pemudik.
Menurut dia, kondisi geografis Temanggung yang didominasi wilayah pegunungan mengharuskan pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintas.
"Kami berharap para pemudik tetap berhati-hati saat melintasi jalan, terutama di ruas jalan kabupaten karena kondisi wilayah kami yang bertipikal pegunungan. Jika merasa lelah, diharapkan pengendara dapat beristirahat di pos-pos pemantauan maupun rest area yang tersedia," katanya.
Pada arus mudik Lebaran 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama Kepolisian Resor Temanggung telah mendirikan empat pos pemantau arus mudik di sejumlah titik strategis, yakni di Pringsurat, Kranggan, Tugu Jam Temanggung, dan di Parakan.
Ia menjelaskan, pos tersebut berfungsi untuk memantau kelancaran arus lalu lintas, memberikan informasi kepada pemudik, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan selama musim mudik Lebaran 2026 yang melintasi wilayah Temanggung.
Baca juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto imbau pemudik utamakan keselamatan