Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia menerapkan kebijakan penghematan belanja negara atau "mengencangkan ikat pinggang" untuk mengantisipasi dampak geopolitik bagi negaranya.

"Pemerintah (Malaysia) melaksanakan langkah awal penghematan dalam belanja negara," kata Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dalam keterangan media yang dikutip di Kuala Lumpur, Kamis.

Penghematan itu termasuk meniadakan gelar griya (open house) Idul Fitri oleh kementerian, lembaga pemerintah, dan Government-Linked Company (GLC), serta membatasi kunjungan luar negeri oleh anggota kabinet.

Anwar mengatakan konflik yang semakin memanas di Asia Barat mulai berdampak pada perekonomian dunia melalui gangguan rantai pasok energi serta lonjakan harga minyak global yang memicu ketidakpastian pasar.

Namun Anwar memilih untuk mengambil langkah sulit dengan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 95 di harga 1,99 ringgit (Rp8.584) per liter di tengah kenaikan harga minyak dunia, demi menjaga kepentingan rakyat.