Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang ingatkan ASN jaga integritas jelang Idul Fitri

Senin, 2 Maret 2026 21:13 WIB
Image Print
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengingatkan aparatur sipil negara menjaga integritas dengan melaporkan setiap bentuk gratifikasi saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih di Batang, Senin, mengatakan bahwa pelaporan gratifikasi bukan hanya sekadar prosedur administratif tetapi juga sebagai bentuk perlindungan bagi ASN dari potensi pelanggaran etik maupun hukum.

"Saya minta para ASN jika ada pihak yang memberikan sesuatu baik berupa barang maupun uang agar segera dilaporkan ke unit pengendalian gratifikasi (UPG)," katanya.

Menurut dia, selama ini masih sedikit laporan gratifikasi yang masuk dari aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah.

"Kami berharap kondisi tersebut benar-benar mencerminkan situasi di lapangan bukan karena keengganan ASN untuk melaporkan. Jangan-jangan memang tidak pernah dapat? Tetapi kalau ada tolong dilaporkan biar nanti atasan masing-masing akan meneruskan laporan ke Inspektorat selaku koordinator UPG," katanya.

Ia menyampaikan status sebagai PNS tidak hanya membawa hak melainkan juga memiliki kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Saat ini, kata dia, sistem penilaian kinerja aparatus sipil negara semakin ketat dan terpantau secara berkala sehingga setiap pegawai dituntut untuk bekerja profesional.

"Saya berpesan kepada ASN tentang tanggung jawab moral sebagai abdi negara karena sekarang semua level dari pimpinan hingga staf, betul-betul dinilai kinerjanya," katanya.

Ia mengingatkan aparatur sipil negara juga tidak melakukan manipulasi data kehadiran agar pemda bisa mudah memberikan penilaian terhadap pegawai yang memang disiplin bekerja.

"Kami mengaku kerap merasa kesulitan ketika harus memberikan penilaian terhadap pegawai yang tidak disiplin. Kalau ada yang memanipulasi absen hanya absen tetapi tidak masuk, saya harus menilainya bagaimana?" katanya.

Menurut dia, mempertahankan kinerja yang sudah baik merupakan suatu keharusan sedangkan memperbaiki kekurangan adalah tanggung jawab moral setiap aparatur sipil negara.

"Kami mengajak seluruh pegawai baik PNS, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja penuh waktu dan paruh waktu bisa bersyukur dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," katanya.




Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026